
Bungie Hadapi Rumor PHK setelah Destiny 2 Berakhir
Awalan Berita – Kabar mengenai akhir pengembangan aktif Destiny 2 kembali memunculkan kekhawatiran besar di komunitas gaming. Bungie kini dikabarkan tengah mempersiapkan gelombang PHK besar setelah update terakhir game tersebut dirilis.
Informasi itu muncul tidak lama setelah Bungie mengumumkan update live-service terakhir Destiny 2 akan hadir pada 9 Juni 2026. Keputusan tersebut sebelumnya sudah memicu reaksi emosional dari komunitas pemain setia game itu.
Namun, dampak keputusan tersebut tampaknya tidak hanya dirasakan para pemain. Tim developer yang selama bertahun-tahun menangani Destiny 2 juga disebut berada dalam situasi yang tidak pasti.
“Baca Juga: Bungie Tutup Era Destiny 2 usai 9 Tahun Berjalan”
Banyak pihak menilai penghentian pengembangan aktif Destiny 2 memang berpotensi memicu restrukturisasi besar di internal studio. Sebab, sebagian besar sumber daya Bungie selama ini berfokus pada pengembangan konten game tersebut.
Destiny 2 sendiri telah menjadi proyek utama Bungie selama hampir sembilan tahun terakhir. Game itu bukan hanya fondasi komunitas studio, tetapi juga salah satu pilar utama bisnis live-service modern.
Kini, ketika perjalanan aktif game mulai mendekati akhir, masa depan tim pengembang di belakangnya mulai menjadi sorotan industri.
Laporan mengenai potensi PHK besar ini berasal dari jurnalis Bloomberg, Jason Schreier. Ia menyebut Bungie sedang mempersiapkan perubahan internal besar setelah update terakhir Destiny 2 dirilis.
Menurut laporan tersebut, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jumlah karyawan yang terdampak. Namun, indikasi restrukturisasi besar disebut semakin terlihat di dalam studio.
Kabar ini langsung memicu kekhawatiran komunitas dan pengamat industri game. Bungie sebelumnya memang sudah beberapa kali menghadapi isu internal dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah laporan lama juga sempat menyinggung tekanan besar terhadap studio setelah akuisisi oleh Sony. Bungie disebut harus memenuhi target pertumbuhan tertentu sebagai bagian dari strategi bisnis baru.
Situasi tersebut membuat masa depan studio terus menjadi perhatian komunitas gaming global. Banyak pemain khawatir perubahan internal akan memengaruhi identitas Bungie ke depan.
Laporan Bloomberg juga menyebut Bungie saat ini belum memiliki rencana memasuki produksi penuh Destiny 3. Meski berbagai proposal proyek baru telah diajukan secara internal, belum ada yang mendapat persetujuan resmi.
Hal itu menunjukkan Bungie kemungkinan sedang berada dalam fase evaluasi besar terkait arah studio setelah Destiny 2. Ketidakjelasan proyek baru juga menjadi faktor yang memperkuat rumor restrukturisasi.
Di tengah ketidakpastian masa depan Destiny, Bungie dilaporkan semakin memusatkan perhatian mereka pada Marathon. Game extraction shooter tersebut kini menjadi proyek utama studio untuk jangka panjang.
Sebagian anggota tim Destiny bahkan disebut sudah dipindahkan ke proyek Marathon dalam beberapa bulan terakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pengembangan dan dukungan game baru itu.
Marathon menjadi proyek penting bagi Bungie setelah akuisisi Sony. Game tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi baru studio di era berikutnya.
Namun, perjalanan Marathon sejauh ini belum sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa laporan menyebut performa komersial awal game tersebut belum memenuhi ekspektasi perusahaan.
Situasi itu bahkan disebut sempat menimbulkan kerugian bagi Sony. Meski demikian, Bungie dan Sony tampaknya masih melihat Marathon sebagai investasi jangka panjang yang potensial.
Extraction shooter sendiri merupakan genre yang semakin ramai dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan ketat membuat Bungie harus bekerja keras membangun identitas Marathon di pasar global.
Pemindahan tim Destiny ke Marathon juga memperlihatkan prioritas baru studio. Bungie tampaknya ingin memastikan proyek tersebut memiliki dukungan sumber daya maksimal untuk jangka panjang.
Salah satu hal yang paling mengejutkan dari laporan terbaru ini adalah belum adanya kepastian mengenai Destiny 3. Banyak penggemar sebelumnya berharap Bungie akan melanjutkan franchise tersebut setelah Destiny 2 berakhir.
Namun, hingga kini belum ada tanda proyek tersebut memasuki tahap produksi penuh. Beberapa proposal internal disebut memang sudah diajukan, tetapi belum mendapatkan persetujuan resmi dari manajemen.
Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di komunitas. Sebagian pemain mulai khawatir Bungie perlahan meninggalkan franchise Destiny demi fokus pada proyek baru.
Padahal, Destiny selama bertahun-tahun menjadi identitas utama Bungie. Franchise tersebut berhasil membangun komunitas global yang sangat loyal sejak era Destiny pertama.
Banyak pemain merasa hubungan emosional dengan Destiny menjadi alasan utama mereka tetap mengikuti perkembangan Bungie. Karena itu, ketidakjelasan masa depan franchise memicu kekhawatiran besar.
Di sisi lain, Bungie tampaknya sedang berhati-hati menentukan arah berikutnya. Industri game live-service saat ini memang jauh lebih kompetitif dibanding beberapa tahun lalu.
Biaya produksi yang semakin tinggi dan risiko kegagalan proyek online membuat banyak studio mulai lebih selektif dalam mengembangkan game berskala besar.
“Baca Juga: Assassin’s Creed Hexe Usung NPC Unik untuk 2027″
Kabar potensi PHK dan fokus penuh ke Marathon memicu diskusi besar di komunitas gaming. Banyak pemain mulai mempertanyakan arah masa depan Bungie setelah era Destiny 2 berakhir.
Sebagian penggemar menilai studio tersebut berisiko kehilangan identitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Destiny dianggap bukan sekadar game, tetapi simbol hubungan Bungie dengan komunitasnya.
Keputusan menghentikan pengembangan aktif Destiny 2 juga dinilai cukup kontroversial. Banyak pemain merasa game tersebut masih memiliki potensi besar jika terus dikembangkan dengan pendekatan yang tepat.
Kondisi Marathon yang belum menunjukkan performa kuat semakin memperbesar kekhawatiran komunitas. Sebagian pemain takut Bungie terlalu cepat meninggalkan franchise lama demi proyek baru yang belum stabil.
Namun, ada juga pihak yang melihat langkah ini sebagai fase transisi penting bagi studio. Bungie mungkin ingin membuka ruang kreatif baru untuk menghadapi persaingan industri modern.
Sony sendiri tampaknya masih percaya Marathon dapat berkembang dalam jangka panjang. Dukungan terhadap proyek tersebut menunjukkan perusahaan masih melihat potensi besar pada Bungie.
Meski demikian, masa depan studio kini berada dalam sorotan besar industri game. Keputusan Bungie dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan akan menentukan apakah mereka mampu mempertahankan komunitas loyal yang telah dibangun sejak era Destiny pertama.