
ChatGPT Uji Coba Fitur Grup Chat untuk Kolaborasi dengan Teman
Awalan Berita – OpenAI baru saja meluncurkan uji coba fitur terbaru mereka yang bernama Group Chat. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi secara langsung dengan teman, keluarga, atau rekan kerja, lengkap dengan bantuan AI ChatGPT di dalam percakapan. Group Chat dirancang untuk mempermudah diskusi, perencanaan, dan pengambilan keputusan bersama tanpa harus berpindah aplikasi. Uji coba ini dimulai pada 14 November 2025 dan saat ini hanya tersedia di beberapa wilayah tertentu, yakni Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Selandia Baru.
“Baca Juga: Korea Selatan Klarifikasi Isu PUBG Terkait Ledakan di SMA 72 Jakarta”
Pada dasarnya, Group Chat memungkinkan banyak orang untuk bergabung dalam satu percakapan yang dilengkapi dengan kemampuan ChatGPT untuk membantu tugas-tugas praktis. Misalnya, saat merencanakan perjalanan, pengguna bisa mengundang teman-temannya untuk membentuk grup dan meminta ChatGPT untuk membuatkan itinerary perjalanan atau membandingkan destinasi wisata. Fitur ini juga berguna untuk kegiatan sehari-hari, seperti mencari restoran terbaik untuk kelompok atau bahkan menyelesaikan perdebatan ringan.
Untuk kebutuhan profesional atau akademik, Group Chat menawarkan kegunaan lebih lanjut, seperti membuat outline, merangkum artikel, atau mengorganisir informasi yang diperoleh dari hasil diskusi bersama. Semua fitur ini bertujuan untuk mempermudah kolaborasi dengan memanfaatkan kekuatan AI.
Untuk mulai menggunakan Group Chat, pengguna cukup mengetuk ikon “people” yang terletak di pojok kanan atas layar percakapan. Setelah menambahkan anggota, ChatGPT akan otomatis membuat ruang baru untuk grup tersebut, terpisah dari percakapan pribadi. Setiap anggota grup dapat diundang melalui tautan khusus dan dapat mengundang hingga 20 orang.
Setiap anggota grup diminta untuk mengisi profil singkat yang mencakup nama, foto, dan username mereka agar lebih mudah dikenali. Dalam grup, ChatGPT akan memilih model terbaik untuk memberikan respons yang relevan melalui GPT-5.1 Auto. AI ini akan mengikuti alur percakapan secara alami dan hanya merespons saat diperlukan. Pengguna juga dapat memanggil ChatGPT secara langsung dengan menyebutkan namanya.
Meski melibatkan banyak orang dalam satu grup, OpenAI tetap menekankan pentingnya menjaga privasi pengguna. Beberapa kebijakan privasi yang diterapkan dalam Group Chat antara lain:
Percakapan grup tidak menyimpan memori personal dan tidak membuat memori baru.
Anggota grup dapat melihat siapa saja yang ada dalam grup dan bebas untuk keluar kapan saja.
Pengguna dapat menghapus anggota lain dari grup, kecuali pembuat grup.
Peserta yang berusia di bawah 18 tahun akan mendapat pembatasan konten sensitif.
Orang tua dapat menonaktifkan fitur ini melalui kontrol orang tua (parental controls).
Dengan kebijakan ini, OpenAI berupaya menjaga agar pengalaman berkolaborasi dalam Group Chat tetap aman dan nyaman untuk semua penggunanya.
“Baca Juga: Polytron Siap Perkenalkan Motor Terbaru, Penerus Fox-R yang Lebih Canggih”
Fitur Group Chat yang sedang diuji coba ini dapat membawa perubahan besar dalam cara pengguna berkolaborasi, baik untuk keperluan pribadi, profesional, atau akademik. Dengan ChatGPT yang terintegrasi dalam percakapan, kolaborasi bisa menjadi lebih efisien dan praktis. Pengguna dapat merencanakan kegiatan, menyelesaikan masalah, atau bahkan mengatur jadwal bersama tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.
Ke depan, fitur ini bisa diharapkan untuk tersedia di lebih banyak wilayah dan perangkat, sehingga semakin banyak orang dapat merasakannya. Dengan terus menyempurnakan fitur ini, OpenAI berambisi untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam berkolaborasi secara digital, menggabungkan kecanggihan AI dengan interaksi manusia dalam satu platform yang terintegrasi.