Awalan Berita – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menggugat BBC senilai USD 1 miliar (sekitar Rp16,6 triliun) terkait film dokumenter yang disiarkan oleh saluran milik negara Inggris tersebut. Trump menuntut agar BBC segera mencabut dokumenter berjudul “Trump: A Second Chance?” yang dianggapnya sengaja mengedit pidatonya pada 2021, sehingga terkesan ia menghasut penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari.
“Baca Juga: Nicolas Sarkozy Dibebaskan dari Penjara Setelah Kasus Hukum”
Pidato yang Disunting dan Tuduhan Penghasutan
Dokumenter tersebut menyunting pidato Trump sebelum penyerbuan Capitol, di mana ia dikatakan berkata kepada pendukungnya, “berjuang mati-matian” di Capitol. Potongan tersebut dituduh memberi kesan bahwa Trump secara langsung menghasut kekerasan. Trump menganggap bahwa penyuntingan itu dilakukan dengan niat buruk untuk merusak citranya dan mempengaruhi pemilu AS yang berlangsung pada November lalu.
BBC Meminta Maaf dan Eksekutif Senior Mengundurkan Diri
Setelah skandal ini mencuat, dengan pengunduran diri dua eksekutif puncaknya: Direktur Jenderal Tim Davie dan Kepala Berita Deborah Turness. BBC mengakui bahwa penyuntingan dalam dokumenter itu menciptakan “kesan seruan langsung untuk tindakan kekerasan” dan menyatakan akan meninjau surat tuntutan dari pengacara Trump. Ketua BBC, Samir Shah, juga mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada Komite Kebudayaan, Media, dan Olahraga Parlemen.
Pengacara Trump Menuntut Pencabutan dan Kompensasi
Pada 9 November, pengacara Trump, Alejandro Brito, mengirimkan surat tuntutan kepada BBC, meminta pencabutan film dokumenter tersebut, permintaan maaf resmi, dan kompensasi. BBC diberi batas waktu hingga pukul 22.00 waktu Inggris pada Jumat (14/11/2025) untuk merespons permintaan ini. Jika tidak, Trump akan melanjutkan gugatan hukum dengan nilai yang sangat besar, mencapai USD 1 miliar. Tuntutan tersebut menyoroti keseriusan Trump dalam membela citranya dan menunjukkan ketegasan terhadap apa yang ia anggap sebagai distorsi media. Langkah ini diprediksi akan menambah ketegangan antara politisi dan media di AS, serta berpotensi menjadi preseden hukum penting.
“Baca Juga: Xiaomi Siap Rilis NAS, Tambah Ragam Produk Teknologi”
Dampak Hukum dan Reaksi Pemerintah Inggris
Gugatan Trump terhadap BBC ini bukan yang pertama kalinya ia melancarkan serangan hukum terhadap media besar. Sebelumnya, Trump juga mengajukan gugatan terhadap CBS dan ABC News dengan nilai miliaran dolar. Trump telah lama mengkritik media arus utama, menuduh mereka bias terhadap kaum konservatif dan sering menyebarkan berita palsu untuk merugikan kepresidenannya. Meskipun demikian, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membantah bahwa BBC memiliki “bias institusional,” namun mengakui adanya kesalahan dalam kasus ini.
Trump tampaknya akan terus memperjuangkan gugatannya terhadap BBC. Dan jika kasus ini berlanjut. Akan semakin menarik perhatian mengenai pengaruh media dalam politik dan kekuatan hukum dalam menghadapi publikasi yang dianggap merugikan.