
Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok oleh Pendiri Wikipedia
Awalan Berita – Pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, kembali menarik perhatian publik global. Kali ini, sorotan datang dari pandangannya terhadap Bitcoin. Wales melontarkan prediksi tajam terkait masa depan mata uang kripto tersebut. Ia menyebut Bitcoin berpotensi mengalami kejatuhan nilai sangat besar. Pernyataan ini langsung memicu perdebatan di komunitas kripto. Banyak pihak menilai komentarnya kontroversial. Namun, ada juga yang menganggapnya sebagai kritik relevan. Wales dikenal sebagai tokoh teknologi dengan pandangan kritis. Pendapatnya sering mendapat perhatian luas. Kali ini, Bitcoin menjadi sasaran utama kritiknya. Ia tidak melihat masa depan cerah bagi aset digital tersebut.
“Baca Juga: Harga RAM Meroket, Pembelian Kecil Nyaris Mustahil”
Melalui akun Twitter X miliknya, Wales menyampaikan pandangan terbarunya. Cuitan tersebut dipublikasikan pada 25 Februari 2026. Dalam pernyataannya, ia memprediksi harga Bitcoin akan terjun bebas. Menurut Wales, nilainya bisa jatuh di bawah USD 10.000 pada tahun 2050. Prediksi ini dinilai ekstrem oleh banyak pelaku pasar. Pasalnya, Bitcoin selama ini dianggap sebagai aset bernilai tinggi. Wales menegaskan pandangannya tanpa ragu. Ia menyebut Bitcoin tidak layak disamakan dengan aset lindung nilai. Pernyataan tersebut langsung menyebar luas di media sosial. Diskusi panas pun muncul di berbagai forum teknologi dan kripto.
Jimmy Wales berargumen bahwa Bitcoin gagal sebagai teknologi penyimpan nilai. Ia menolak anggapan Bitcoin setara dengan emas. Menurutnya, fungsi tersebut tidak berjalan secara fundamental. Wales menyebut Bitcoin sebagai kegagalan total jika dinilai dari sisi utilitas jangka panjang. Ia menilai volatilitas Bitcoin terlalu ekstrem. Kondisi tersebut membuatnya tidak cocok sebagai aset simpan. Selain itu, Wales menyoroti kompleksitas penggunaan Bitcoin. Ia menilai teknologi ini terlalu sulit diakses masyarakat umum. Dalam pandangannya, kegagalan adopsi menjadi masalah utama. Bitcoin dianggap belum mampu menjawab kebutuhan teknologi masa depan.
Wales juga menyinggung sifat spekulatif Bitcoin. Ia menyebut aset ini lebih didorong oleh spekulasi pasar. Menurutnya, Bitcoin tidak memiliki adopsi nyata dalam teknologi masa depan. Ia secara khusus menyebut bot AI sebagai contoh. Wales menilai Bitcoin tidak relevan dengan perkembangan tersebut. Ia juga mengkritik dukungan institusional terhadap kripto. Menurutnya, dukungan tersebut murni berorientasi keuntungan finansial. Ia menyebutnya sebagai investasi kejam tanpa dasar ideologis. Wales tidak melihat visi jangka panjang dari dukungan itu. Baginya, hal ini memperkuat anggapan bahwa Bitcoin rapuh.
“Baca Juga: Amazfit Rilis Active 3 Premium, Fokus Pengguna Lari”
Dalam kritiknya, Wales membandingkan blockchain dengan sistem perbankan konvensional. Ia menilai sistem tradisional jauh lebih melindungi nasabah. Contohnya terlihat saat terjadi kesalahan teknis. Lupa kata sandi pada bank masih bisa dipulihkan. Hal tersebut berbeda dengan dompet kripto. Wales menilai risiko kehilangan aset kripto terlalu tinggi. Ia juga menegaskan keunggulan aset tradisional. Menurutnya, emas dan properti tetap lebih andal. Aset tersebut memiliki utilitas nyata di masyarakat luas. Wales meyakini aset tradisional akan tetap mendominasi. Ia menutup pandangannya dengan skeptisisme terhadap aset digital. Bitcoin dinilai tidak memiliki utilitas inti yang berkelanjutan.