
Steam dan Epic Game Store Larang Peredaran Game Horror Horses
Awalan Berita – Horses, sebuah game horor psikologis kontroversial, baru-baru ini ditolak oleh dua platform besar, Steam dan Epic Games Store. Meskipun kedua platform tersebut dikenal cukup fleksibel dalam menerima beragam genre game, kali ini mereka memilih untuk menolak game ini dengan alasan kontennya yang dianggap terlalu mengganggu dan kontroversial. Penolakan ini menciptakan diskusi hangat di kalangan komunitas gamer, mengingat kedua platform tersebut sebelumnya jarang menolak game, kecuali untuk konten yang sangat spesifik atau melanggar aturan.
“Baca Juga: Marvel Rivals Dapat Fitur Gift Baru di Discord untuk Pemain”
Horses menawarkan pengalaman gameplay yang gelap dan penuh dengan elemen-elemen yang tidak biasa. Dalam game ini, pemain mengelola sebuah peternakan selama dua minggu, dengan salah satu fitur utama yang sangat mengganggu adalah karakter “kuda” yang sesungguhnya adalah manusia yang mengenakan topeng kuda. Game ini tidak hanya melibatkan tugas-tugas rutin seperti mengurus peternakan, tetapi juga memasukkan kekerasan fisik, penganiayaan psikologis, mutilasi, dan berbagai elemen kekerasan lainnya. Peringatan di situs resmi game tersebut menyebutkan bahwa Horses memuat kekerasan ekstrem, penyiksaan, perbudakan, bahkan tema bunuh diri dan pelecehan, yang dapat menimbulkan phobia bagi sebagian pemain. Trailer yang dirilis pun sudah cukup menunjukkan suasana yang sangat gelap dan tidak nyaman.
Meskipun Steam dan Epic Games Store menolak Horses karena kontennya yang dianggap terlalu “disturbing”. Game ini tetap menemukan tempat di platform lain, yaitu GOG dan ITCH.IO. Kedua platform ini lebih terbuka terhadap game indie yang sering kali memiliki konten lebih eksperimental dan kontroversial. GOG, yang dikenal sebagai platform yang lebih bebas dalam kebijakan distribusi game, serta ITCH.IO. Yang merupakan platform indie terbuka, memberikan peluang bagi pengembang Horses untuk tetap merilis game mereka. Ini menunjukkan adanya perbedaan dalam kebijakan penerimaan game di berbagai platform digital.
Penolakan terhadap Horses oleh Steam dan Epic Games Store membuka perdebatan mengenai batasan konten dalam game digital. Meskipun keduanya dikenal cukup liberal dalam menerima berbagai jenis game. Penolakan ini mencerminkan kekhawatiran tentang dampak psikologis dari konten yang terlalu ekstrem. Banyak yang menganggap bahwa kebijakan tersebut adalah langkah yang bijak untuk melindungi pemain dari konten yang bisa menyebabkan trauma atau gangguan mental. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa platform seperti Steam dan Epic Games Store seharusnya lebih terbuka terhadap eksperimen dalam game. Terutama game indie yang seringkali menantang batasan sosial dan estetika.
“Baca Juga: Uni Eropa Tetapkan Batas Usia 16 Tahun untuk Medsos dan Chatbot AI”
Meskipun mendapatkan penolakan dari dua platform besar, Horses tetap melanjutkan perjalanannya sebagai game indie yang kontroversial. Durasi permainan yang hanya sekitar 3 hingga 4 jam menambah ketegangan dalam narasi. Dengan pemain dipaksa untuk terlibat dalam pengalaman yang penuh kekerasan dan ketegangan emosional. Dengan rilis di GOG dan ITCH.IO, pengembang tetap mendapatkan kesempatan untuk menjangkau audiens yang mungkin tertarik pada tema gelap dan eksperimental yang dihadirkan. Meskipun begitu, Horses tetap menjadi contoh penting tentang bagaimana konten game bisa mempengaruhi keputusan platform besar. Serta bagaimana game indie dapat mencari ruang di pasar yang lebih terbuka.
Sebagai game yang sangat berbeda dari game horor tradisional. Horses mungkin tetap menemukan audiens yang setia di kalangan mereka yang menyukai game dengan tema gelap dan ekstrem. Namun, bagi sebagian besar gamer, permainan ini kemungkinan akan tetap menjadi kontroversi besar dalam industri game.