
Volvo Tarik EX30 Secara Global, Indonesia Terdampak
Awalan Berita – Mobil listrik Volvo EX30 mengalami penarikan kembali atau recall di sejumlah negara. Penarikan ini dilakukan setelah ditemukan potensi masalah pada komponen baterai tegangan tinggi. Masalah tersebut berisiko menimbulkan panas berlebih ketika kendaraan sedang melakukan pengisian daya. Kondisi tersebut bahkan berpotensi memicu percikan api pada sistem baterai. Volvo mengonfirmasi bahwa permasalahan tersebut berkaitan dengan proses manufaktur pada modul sel baterai. Jika modul tersebut mengalami gangguan saat pengisian daya tinggi, panas berlebih dapat muncul pada baterai kendaraan. Risiko tersebut membuat pabrikan mengambil langkah pencegahan dengan melakukan penarikan unit yang terdampak. Recall ini menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan kendaraan listrik yang beredar di pasar global.
“Baca Juga: Kesepakatan Pentagon Picu Eksodus Pengguna ChatGPT”
Secara global, jumlah kendaraan Volvo EX30 yang terdampak recall mencapai 40.323 unit. Penarikan kendaraan ini dilakukan di berbagai negara sebagai langkah pencegahan terhadap potensi risiko keselamatan. Salah satu negara yang terdampak cukup signifikan adalah Australia. Di negara tersebut, Volvo menarik kembali setidaknya 2.815 unit mobil listrik EX30. Selain melakukan penarikan kendaraan, Volvo juga memberikan imbauan kepada para pemilik mobil. Pemilik diminta untuk tidak mengisi daya baterai melebihi 70 persen untuk sementara waktu. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko panas berlebih pada baterai. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi hingga proses perbaikan selesai dilakukan oleh pabrikan.
Volvo menjelaskan bahwa masalah tersebut berasal dari modul sel yang terpasang pada baterai tegangan tinggi. Modul tersebut dalam kondisi tertentu dapat menghasilkan panas berlebih saat proses pengisian daya listrik berlangsung. Jika panas tersebut meningkat secara signifikan, risiko kebakaran dapat muncul pada kendaraan. Dalam pernyataan resminya, Volvo menyebut masalah ini berkaitan dengan proses manufaktur komponen baterai. Perusahaan menegaskan bahwa komponen tersebut akan diganti pada kendaraan yang terdampak. Langkah ini berlaku untuk seluruh varian Volvo EX30 yang masuk dalam daftar recall. Model yang terdampak mencakup EX30 Single Motor Extended Range serta EX30 Twin Motor Performance. Volvo menilai penggantian komponen merupakan solusi terbaik untuk memastikan keamanan kendaraan.
Mengonfirmasi bahwa model EX30 yang dipasarkan di Indonesia turut terdampak recall tersebut. General Manager Sales and Operation Volvo Cars Indonesia, Heryanto Djayaputra, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan para konsumen. Ia menyebut Volvo Indonesia sudah mulai mempersiapkan proses penanganan bagi kendaraan yang terdampak. Pabrikan juga akan memanggil konsumen untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan kendaraan. “Ada, tapi sudah ada penanganan dari Volvo untuk customer-customer kita,” kata Heryanto saat ditemui di Jakarta. Ia menambahkan bahwa proses pemanggilan konsumen diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Langkah ini bertujuan memastikan semua kendaraan yang berpotensi terdampak dapat segera diperbaiki.
“Baca Juga: CS:GO Kembali Muncul di Steam, Valve Buka Akses”
Corporate Planning Volvo Cars Indonesia, Ilham Suryo Aldianto, menjelaskan bahwa pabrikan masih melakukan pemantauan terhadap kendaraan yang beredar di Indonesia. Ia mengatakan potensi masalah sejauh ini ditemukan pada unit produksi batch awal tahun 2024. Unit tersebut termasuk kendaraan yang dikirim ke beberapa pasar global, termasuk Indonesia. Volvo saat ini terus memonitor perkembangan situasi untuk memastikan keamanan kendaraan. Ilham juga menyebut beberapa unit milik konsumen telah selesai diperiksa dan tidak menunjukkan masalah. Meski demikian, perusahaan tetap melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap model EX30 yang sudah dijual. Volvo menegaskan komitmennya untuk menjaga standar keselamatan kendaraan listrik yang dipasarkan. Langkah pemantauan dan perbaikan ini diharapkan dapat memastikan keamanan konsumen tetap terjaga.