
Harga Steam Machine Resmi, Varian Termurah Tembus $1000
Awalan Berita – Valve akhirnya mengumumkan harga resmi Steam Machine yang telah lama menjadi bahan spekulasi. Pengumuman tersebut sekaligus menjawab pertanyaan terbesar mengenai perangkat gaming ruang keluarga terbaru itu. Namun, harga yang ditetapkan ternyata lebih tinggi dari perkiraan banyak penggemar.
Model paling terjangkau dibanderol mulai US$1.049 atau sekitar Rp18,7 juta berdasarkan kurs saat ini. Harga tersebut berlaku untuk varian dengan SSD berkapasitas 512 GB. Nilai tersebut menjadikan Steam Machine sebagai salah satu perangkat gaming premium di pasaran.
“Baca Juga: Epic Games Perbarui Store Launcher demi Performa”
Pengumuman harga ini memicu beragam respons dari komunitas. Sebelumnya, banyak pemain mengkhawatirkan bahwa meningkatnya biaya komponen akan berdampak langsung pada harga jual perangkat. Kekhawatiran tersebut kini terbukti setelah Valve mengungkap banderol resminya.
Meski menawarkan spesifikasi kelas atas, harga tersebut dinilai cukup tinggi untuk perangkat yang diposisikan sebagai konsol berbasis SteamOS. Karena itu, Steam Machine akan bersaing pada segmen premium bersama perangkat gaming berperforma tinggi lainnya.
Valve menghadirkan Steam Machine dalam empat konfigurasi berbeda. Perbedaan utama terletak pada kapasitas penyimpanan dan paket aksesori yang disertakan. Konsumen dapat memilih varian sesuai kebutuhan masing-masing.
Model dengan SSD 512 GB tanpa Steam Controller dijual seharga US$1.049. Sementara itu, paket yang sudah mencakup Steam Controller dipasarkan dengan harga US$1.128. Perbedaan harga tersebut berasal dari aksesori tambahan yang dijual terpisah.
Untuk pengguna yang membutuhkan kapasitas lebih besar, Valve menyediakan model dengan SSD 2 TB. Varian tersebut dibanderol US$1.349 tanpa Steam Controller. Paket lengkap bersama Steam Controller dijual seharga US$1.428.
Keputusan menjual Steam Controller secara terpisah juga menjadi perhatian. Banyak pengguna sebelumnya memperkirakan aksesori tersebut akan menjadi bagian dari paket standar. Namun, Valve memilih memberikan opsi pembelian yang lebih fleksibel.
Seluruh konfigurasi tersebut menunjukkan bahwa Steam Machine diposisikan sebagai perangkat premium. Harga yang tinggi mencerminkan spesifikasi dan strategi yang dipilih perusahaan. Pendekatan tersebut berbeda dari banyak konsol tradisional.
Steam Machine versi 512 GB menggunakan prosesor semi-custom AMD Zen 4. Chip tersebut memiliki enam inti dan dua belas thread untuk menangani berbagai beban kerja modern. Konfigurasi ini dirancang menghadirkan performa tinggi pada sistem berbasis SteamOS.
Pada sektor grafis, perangkat menggunakan GPU semi-custom AMD RDNA 3 dengan 28 Compute Units. Kombinasi CPU dan GPU tersebut ditujukan untuk menjalankan game modern dengan performa yang kompetitif. Valve memilih pendekatan khusus melalui desain semi-custom.
Perangkat ini juga dibekali memori utama 16 GB DDR5. Untuk kebutuhan grafis, tersedia VRAM GDDR6 berkapasitas 8 GB. Kombinasi tersebut mendukung pengalaman bermain yang lebih optimal pada berbagai judul game.
Media penyimpanan menggunakan SSD NVMe berkapasitas 512 GB. Valve juga menyediakan slot microSD sebagai opsi ekspansi penyimpanan. Dukungan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang memiliki koleksi game berukuran besar.
Steam Machine dilengkapi konektivitas Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3, dan Gigabit Ethernet. Selain itu, tersedia adaptor nirkabel terintegrasi untuk Steam Controller. Seluruh komponen dikemas dalam bodi berbentuk kubus berukuran sekitar enam inci yang menjalankan SteamOS 3.
Dalam wawancara bersama Eurogamer, engineer Valve, Yazan Aldehayyat, mengakui harga akhir Steam Machine lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal perusahaan. Ia menjelaskan bahwa Valve tidak pernah menetapkan harga resmi sejak tahap awal pengembangan. Karena itu, perubahan biaya sulit dibandingkan dengan rencana sebelumnya.
Menurut Aldehayyat, meningkatnya biaya komponen menjadi salah satu tantangan terbesar. Kondisi pasar perangkat keras yang belum sepenuhnya stabil turut memengaruhi harga akhir produk. Faktor tersebut juga dirasakan oleh berbagai produsen perangkat gaming lainnya.
Steam Machine bukan satu-satunya produk Valve yang mengalami kenaikan harga. Sebelumnya, Steam Deck juga disebut mengalami peningkatan harga sekitar 40 persen. Harga perangkat tersebut naik dari sekitar US$549 menjadi US$789.
Situasi tersebut memperlihatkan tekanan yang sedang dihadapi industri perangkat keras. Produsen harus menyesuaikan harga dengan biaya produksi yang terus meningkat. Dampaknya, harga perangkat gaming modern semakin bergerak ke segmen premium.
Valve menilai penetapan harga tersebut merupakan konsekuensi dari kondisi pasar saat ini. Perusahaan tetap berupaya menghadirkan perangkat dengan spesifikasi yang sesuai. Namun, biaya produksi menjadi faktor yang sulit dihindari.
“Baca Juga: Nubia Air Pro Meluncur, Andalkan Dimensity 7100″
Valve juga memperkenalkan mekanisme pemesanan yang berbeda dibandingkan peluncuran produk sebelumnya. Perusahaan tidak langsung membuka sistem pre-order untuk seluruh pengguna. Sebagai gantinya, calon pembeli diminta mendaftarkan diri melalui situs resmi Valve sebelum batas waktu yang ditentukan.
Setelah periode pendaftaran berakhir, Valve akan menutup daftar peserta. Selanjutnya, perusahaan melakukan proses pengundian untuk menentukan pengguna yang memperoleh kesempatan membeli pada gelombang pertama. Pengguna yang terpilih akan menerima pemberitahuan melalui email.
Pendekatan ini bertujuan mengatur distribusi awal perangkat secara lebih terkendali. Sistem tersebut juga diharapkan mengurangi potensi gangguan selama proses peluncuran. Valve belum mengungkap jumlah unit yang akan tersedia pada tahap pertama.
Peluncuran Steam Machine juga mencerminkan tantangan yang sedang dihadapi industri perangkat keras. Produsen kini dihadapkan pada pilihan antara menjual perangkat dengan margin rendah atau menaikkan harga untuk menutupi biaya produksi. Strategi yang selama ini diterapkan pada beberapa konsol tidak selalu dapat digunakan dalam kondisi pasar saat ini.
Dengan harga mulai US$1.049, Valve memilih memosisikan Steam Machine sebagai perangkat gaming premium. Meski banderolnya jauh lebih tinggi dibandingkan harapan sebagian penggemar, perusahaan tetap optimistis spesifikasi dan pengalaman yang ditawarkan mampu memberikan nilai bagi pengguna. Kini, perhatian komunitas akan beralih pada bagaimana Steam Machine bersaing di pasar setelah resmi tersedia bagi konsumen.