
Holiday Sale Perdana, Switch 2 Tak Lampaui Switch 1
Awalan Berita – Nintendo Switch 2 memulai debut pasarnya dengan catatan yang tergolong impresif. Konsol generasi terbaru Nintendo ini dilaporkan berhasil menembus penjualan 10 juta unit secara global hingga November 2025. Angka tersebut menunjukkan minat besar konsumen terhadap penerus Switch generasi pertama. Namun, momentum positif itu tidak sepenuhnya berlanjut ketika memasuki periode liburan akhir tahun.
“Baca Juga: Developer Tingkatkan Sistem Anti-Cheater di ARC Raiders”
Laporan terbaru dari The Game Business mengungkap bahwa laju penjualan Switch 2 melambat selama musim liburan perdananya. Performa ini kemudian dibandingkan dengan penjualan Switch generasi pertama pada periode yang sama di tahun 2017. Hasil perbandingan tersebut menunjukkan bahwa Switch 2 belum mampu menyamai capaian pendahulunya di beberapa pasar utama.
Amerika Serikat menjadi wilayah yang paling mencolok dalam perbandingan penjualan ini. Berdasarkan laporan tersebut, penjualan Nintendo Switch 2 selama musim liburan tercatat 35 persen lebih rendah dibandingkan Switch generasi pertama. Selisih ini tergolong signifikan mengingat pasar Amerika Serikat merupakan salah satu kontributor terbesar bagi Nintendo.
Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai faktor penyebab perlambatan tersebut. Salah satu indikasi kuat adalah perubahan pola belanja konsumen yang lebih berhati-hati. Situasi ekonomi global yang kurang stabil membuat banyak pembeli menunda pembelian perangkat hiburan berharga tinggi. Hal ini turut memengaruhi performa Switch 2 selama periode belanja puncak.
Di kawasan Eropa, performa Nintendo Switch 2 menunjukkan hasil yang lebih beragam. Di Inggris, penjualan Switch 2 selama musim liburan tercatat 16 persen lebih rendah dibandingkan Switch pertama pada periode yang sama. Meski demikian, jika dihitung dalam rentang waktu yang sama sejak peluncuran, Switch 2 justru mencatat penjualan 6 persen lebih tinggi.
Data tersebut menunjukkan bahwa perlambatan tidak sepenuhnya mencerminkan kegagalan pasar. Switch 2 masih mampu menarik minat konsumen dalam jangka waktu lebih panjang. Perbedaan ini juga menandakan bahwa perilaku pembelian di Eropa cenderung lebih merata, tidak hanya terpusat pada musim liburan saja.
Seorang petinggi Nintendo menyebutkan beberapa faktor yang memengaruhi performa penjualan Switch 2. Salah satu faktor utama adalah kondisi ekonomi global yang tengah menurun. Daya beli konsumen di banyak negara mengalami tekanan, sehingga pembelian konsol baru menjadi prioritas yang bisa ditunda.
Selain itu, kurangnya game besar yang berorientasi pada pasar barat juga dinilai berpengaruh. Pada periode liburan, Switch 2 belum didukung oleh judul eksklusif berskala besar yang mampu mendorong lonjakan penjualan. Berbeda dengan Switch pertama, yang didukung antusiasme tinggi terhadap konsep baru dan deretan game kuat sejak awal.
“Baca Juga: GTA VI Berisiko Alami Penundaan Rilis”
Penurunan penjualan juga terjadi di Jepang selama periode liburan. Switch generasi pertama tercatat terjual sekitar 1,39 juta unit pada liburan perdananya. Sementara itu, Switch 2 hanya mampu mencapai angka sekitar 1,32 juta unit pada periode yang sama. Selisih ini menunjukkan penurunan minat jangka pendek di pasar domestik Nintendo.
Meski demikian, jika dihitung secara tahunan, Switch 2 justru menunjukkan performa positif. Penjualan tahunan Switch 2 di Jepang dilaporkan 11 persen lebih tinggi dibandingkan Switch generasi pertama pada tahun perdananya. Data ini memperkuat klaim Nintendo bahwa performa konsol terbaru mereka masih berada dalam jalur yang memuaskan.
Nintendo menegaskan tetap optimistis terhadap masa depan Switch 2. Perusahaan menilai bahwa siklus hidup konsol masih panjang dan potensi penjualan akan meningkat seiring rilis game besar berikutnya. Dengan strategi jangka panjang dan dukungan konten yang tepat, Switch 2 diharapkan mampu menyusul, bahkan melampaui, kesuksesan pendahulunya.