
Krisis Memori Dorong Harga RAM DDR2 Melonjak
Awalan Berita – Kelangkaan memori yang terjadi di industri teknologi kembali memengaruhi harga komponen lama. Kali ini, RAM DDR2 yang pertama kali diperkenalkan pada 2003 mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Kondisi tersebut mengejutkan banyak pelaku industri karena DDR2 merupakan teknologi yang telah lama tergantikan oleh generasi memori yang lebih baru. Meski begitu, permintaan terhadap modul tersebut justru meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
“Baca Juga: Resident Evil Requiem Dikabarkan Terhubung ke Dua Remake”
Laporan dari TheNextWeb menyebut kenaikan harga dipicu oleh perubahan strategi produksi yang dilakukan sejumlah produsen perangkat keras. Langkah tersebut menyebabkan permintaan terhadap memori generasi lama kembali meningkat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa gangguan rantai pasokan tidak hanya berdampak pada teknologi terbaru. Komponen lawas pun ikut terdorong mengalami kenaikan harga akibat perubahan kondisi pasar.
Salah satu penyebab utama kenaikan harga DDR2 adalah langkah banyak produsen perangkat keras yang melakukan penyesuaian spesifikasi produk. Kebijakan tersebut diambil untuk mengatasi keterbatasan pasokan memori yang masih berlangsung.
Menurut laporan TheNextWeb, sejumlah manufaktur mulai menurunkan spesifikasi perangkat agar proses produksi tetap berjalan. Produk yang sebelumnya menggunakan RAM DDR4 mulai beralih ke DDR3.
Sementara itu, perangkat yang semula dirancang menggunakan DDR3 kini sebagian beralih memanfaatkan DDR2. Pergeseran tersebut meningkatkan permintaan terhadap memori yang sebelumnya sudah tidak banyak digunakan.
Strategi tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan komponen di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. Akibatnya, stok DDR2 yang masih tersedia menjadi semakin terbatas.
Peningkatan permintaan dalam waktu singkat akhirnya mendorong harga memori tersebut naik secara signifikan. Kondisi ini menjadi contoh bagaimana perubahan strategi industri dapat memengaruhi komponen yang telah lama beredar di pasaran.
Firma riset pasar TrendForce melaporkan bahwa harga kontrak RAM DDR2 mengalami lonjakan besar sepanjang kuartal kedua 2026. Kenaikan tersebut mencapai kisaran 55 hingga 60 persen dibandingkan periode sebelumnya.
DDR2 yang dimaksud merupakan memori yang banyak digunakan pada platform berbasis soket LGA775. Meskipun tergolong teknologi lama, komponen tersebut kini kembali memperoleh perhatian akibat meningkatnya kebutuhan pasar.
TrendForce juga memperkirakan tren kenaikan belum akan berhenti. Pada kuartal berikutnya, harga DDR2 diprediksi kembali meningkat sekitar 35 hingga 40 persen apabila kondisi pasar tidak berubah.
Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasokan memori masih berlangsung. Selama keseimbangan antara permintaan dan produksi belum tercapai, harga diperkirakan tetap bergerak naik.
Laporan tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku industri yang masih memanfaatkan perangkat berbasis memori lawas dalam proses produksi maupun pemeliharaan sistem.
Penyebab utama kelangkaan memori masih berkaitan dengan perubahan prioritas produksi perusahaan semikonduktor. Produsen besar kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas manufaktur untuk memori berperforma tinggi.
Samsung, SK Hynix, dan Micron disebut memfokuskan produksi pada High Bandwidth Memory atau HBM. Jenis memori tersebut memiliki permintaan tinggi karena digunakan dalam pusat data dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Produksi HBM menawarkan margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan memori konvensional. Faktor tersebut membuat perusahaan lebih memilih meningkatkan kapasitas untuk produk yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi.
Akibatnya, produksi memori generasi lama terus berkurang. Dampak dari perubahan tersebut kemudian dirasakan oleh berbagai sektor yang masih membutuhkan DDR2 maupun jenis memori lain yang lebih lama.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana perkembangan industri AI turut memengaruhi pasar perangkat keras secara keseluruhan. Prioritas terhadap teknologi baru memberikan konsekuensi pada ketersediaan komponen yang telah lama digunakan.
“Baca Juga: Rumor Sebut PS6 Pakai Frame Generation Berbasis AI”
Selain perubahan strategi perusahaan besar, kelangkaan DDR2 juga diperburuk oleh langkah produsen lain yang mulai mengurangi kapasitas produksinya. Salah satunya adalah Winbond yang dilaporkan mengurangi produksi memori generasi lama.
Pengurangan tersebut membuat pasokan DDR2 di pasar semakin terbatas. Ketika permintaan meningkat akibat penyesuaian spesifikasi perangkat, harga pun mengalami lonjakan yang lebih cepat.
Situasi ini memperlihatkan bahwa komponen lama masih memiliki peran penting dalam industri tertentu. Selama masih ada perangkat yang bergantung pada teknologi tersebut, permintaan akan tetap bertahan meski produksinya terus menurun.
Apabila tren produksi HBM dan kebutuhan industri AI terus meningkat, tekanan terhadap pasokan memori konvensional diperkirakan masih akan berlanjut. Kondisi itu berpotensi membuat harga DDR2 tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Laporan dari TrendForce dan TheNextWeb menunjukkan bahwa dinamika industri semikonduktor saat ini tidak hanya memengaruhi teknologi terbaru. Komponen yang telah berusia lebih dari dua dekade pun dapat kembali mengalami kenaikan harga ketika keseimbangan antara pasokan dan permintaan berubah secara signifikan.