
Micron Perluas Produksi RAM Lewat Kerja Sama Asia
Awalan Berita – Micron Technology mengambil langkah baru di tengah krisis pasokan memori global. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut akhirnya memutuskan untuk menambah kapasitas produksi DRAM. Namun, ekspansi ini tidak difokuskan pada fasilitas domestik di Amerika. Micron justru memilih memperluas produksi melalui kerja sama dengan pabrik di Asia. Langkah ini dinilai sebagai respons langsung terhadap keterbatasan suplai global. Permintaan DRAM terus meningkat, terutama dari sektor pusat data dan AI. Dalam kondisi tersebut, Micron perlu mencari jalur produksi tambahan yang lebih cepat direalisasikan. Asia dipandang sebagai lokasi strategis karena ekosistem manufakturnya yang matang.
“Baca Juga: Harga HDD Melonjak Tajam, Analis Soroti Pasar”
Berdasarkan laporan investasi terbaru, Micron Technology akan menggandeng Powerchip Semiconductor Manufacturing Company atau PSMC. Perusahaan mitra ini berbasis di Taiwan, salah satu pusat manufaktur semikonduktor dunia. Kerja sama ini bertujuan mengurangi keterbatasan suplai DRAM yang sedang berlangsung. Melalui kemitraan tersebut, Micron akan memanfaatkan fasilitas produksi milik PSMC. Langkah ini memperkuat posisi Micron di rantai pasok Asia. Keputusan tersebut juga mencerminkan realitas bahwa ekspansi di Asia bisa dilakukan lebih cepat.
Dalam kerja sama ini, Micron dilaporkan menginvestasikan dana sekitar 1,8 juta dolar Amerika. Investasi tersebut memberikan akses ke pabrik P5 milik PSMC yang berlokasi di Tongluo. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung produksi DRAM Micron. Meski nilai investasinya terlihat relatif kecil, dampaknya dinilai signifikan. Pabrik P5 memiliki infrastruktur yang sudah siap digunakan. Hal ini memungkinkan peningkatan produksi tanpa membangun fasilitas baru dari nol. Namun, peningkatan output tidak akan langsung terasa. Micron memperkirakan dampak nyata baru muncul pada paruh kedua 2027.
Berbagai sumber industri menyebutkan bahwa kolaborasi ini berpotensi meningkatkan output Micron. Kenaikan produksi diperkirakan berada di kisaran 10 hingga 15 persen per tahun. Secara persentase, angka ini terlihat terbatas. Namun dalam konteks krisis suplai global, tambahan tersebut sangat berarti. Permintaan DRAM saat ini tumbuh jauh lebih cepat dibanding kapasitas produksi. Setiap peningkatan kecil dapat langsung memengaruhi ketersediaan pasar. Kenaikan output ini diharapkan membantu menstabilkan suplai. Dampaknya juga bisa meredam tekanan harga di tingkat konsumen.
“Baca Juga: Pengguna Threads Meningkat, Dominasi X Terancam”
Langkah Micron memperluas produksi ke Asia menunjukkan perubahan strategi jangka menengah. Perusahaan tidak hanya bergantung pada ekspansi domestik seperti di Idaho. Kolaborasi lintas negara menjadi solusi praktis di tengah lonjakan permintaan. Bagi pasar, tambahan suplai DRAM sangat dinantikan oleh produsen PC dan server. Konsumen akhir juga berharap tekanan harga bisa berkurang. Meski hasilnya baru terasa pada 2027, keputusan ini memberi sinyal positif. Industri memori global mulai bergerak untuk mengatasi ketimpangan suplai dan permintaan.