
Qualcomm Umumkan Snapdragon X2 Plus pada CES 2026
Awalan Berita – Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon X2 Plus di ajang CES 2026. Platform ini menjadi anggota terbaru dari keluarga Snapdragon X Series. Qualcomm merancangnya untuk memperluas adopsi Windows 11 Copilot+ PC. Target penggunanya mencakup profesional, kreator, hingga pengguna harian. Fokus utamanya adalah performa tinggi dengan daya tahan baterai panjang. Qualcomm menilai kebutuhan komputasi modern semakin menuntut efisiensi dan responsivitas.
“Baca Juga: Smart Bricks Diumumkan LEGO, Gunakan Komputer Super Mini”
Snapdragon X2 Plus diposisikan untuk perangkat tipis dan ringan. Meski demikian, platform ini tetap ditujukan untuk beban kerja berat. Qualcomm menyebut analisis data, desain kreatif, dan komunikasi daring sebagai contoh penggunaan utama. Dengan pendekatan ini, Snapdragon X2 Plus diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ekosistem Windows on ARM. Peluncuran ini juga mempertegas komitmen Qualcomm di segmen PC.
Qualcomm menempatkan Snapdragon X2 Plus sebagai pendorong utama Windows 11 Copilot+ PC. Platform ini dirancang untuk memaksimalkan fitur AI bawaan Windows. Pengalaman komputasi berbasis AI menjadi nilai jual utama. Qualcomm ingin memastikan AI dapat berjalan langsung di perangkat. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada komputasi cloud.
Windows 11 Copilot+ PC mengandalkan integrasi erat antara perangkat keras dan perangkat lunak. Snapdragon X2 Plus dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut. Qualcomm menilai kolaborasi ini penting untuk menjaga performa dan efisiensi. Dengan dukungan AI lokal, pengguna dapat bekerja lebih cepat dan aman. Data sensitif tidak harus selalu dikirim ke server eksternal.
Dari sisi dapur pacu, Snapdragon X2 Plus menggunakan CPU Qualcomm Oryon generasi ketiga. CPU ini diklaim membawa peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Qualcomm menyebut performa single-core meningkat hingga 35 persen. Di saat yang sama, konsumsi daya diklaim turun hingga 43 persen.
Kombinasi ini memberikan keseimbangan antara kinerja dan efisiensi. Pengguna mendapatkan respons cepat tanpa mengorbankan daya tahan baterai. Qualcomm menargetkan skenario kerja sepanjang hari. Laptop berbasis Snapdragon X2 Plus diharapkan mampu bertahan lama tanpa sering diisi ulang. Pendekatan ini penting bagi pengguna mobile.
CPU Oryon generasi ketiga juga dirancang untuk multitasking berat. Beban kerja seperti pengolahan data dan aplikasi kreatif dapat berjalan lebih stabil. Qualcomm menilai arsitektur ini siap bersaing dengan platform x86 modern.
Kemampuan AI menjadi sorotan utama Snapdragon X2 Plus. Qualcomm menyematkan NPU Hexagon dengan performa hingga 80 TOPS. Angka ini tergolong tinggi untuk platform PC tipis. Dengan kemampuan tersebut, AI generatif dapat berjalan langsung di perangkat.
Qualcomm menyebut pengalaman AI agentic sebagai salah satu fokus. AI tidak hanya merespons perintah, tetapi juga membantu proses kerja secara proaktif. Multitasking berbasis AI diklaim berjalan lebih mulus. Fitur Copilot di Windows 11 dapat memanfaatkan NPU secara optimal.
Pendekatan AI on-device juga berdampak pada privasi. Data pengguna dapat diproses secara lokal. Hal ini mengurangi risiko kebocoran data. Qualcomm menilai tren ini akan semakin penting ke depan. Snapdragon X2 Plus diposisikan sebagai platform siap masa depan.
“Baca Juga: Adaptasi Film dan TV untuk ARC Raiders Mulai Dipertimbangkan”
Selain performa dan AI, konektivitas menjadi fokus penting Snapdragon X2 Plus. Platform ini mendukung Wi-Fi 7 untuk koneksi nirkabel berkecepatan tinggi. Qualcomm juga menyediakan opsi koneksi 5G. Kombinasi ini ditujukan untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.
Aspek keamanan diperkuat melalui sistem Snapdragon Guardian. Qualcomm menyebut sistem ini dirancang untuk melindungi data dan perangkat. Keamanan menjadi faktor penting dalam ekosistem PC modern. Terutama bagi profesional dan perusahaan.
Perangkat berbasis Snapdragon X2 Plus dari berbagai OEM dijadwalkan tersedia pada paruh pertama 2026. Qualcomm berharap adopsinya berjalan luas. Peluncuran ini akan menjadi ujian penting bagi Windows on ARM. Persaingan dengan laptop x86 diperkirakan semakin ketat. Snapdragon X2 Plus diharapkan mampu memperkuat posisi Qualcomm di pasar PC global.