
RTX 5070 Jadi Andalan Baru Gamer di Generasi Terkini
Awalan Berita – Survei perangkat keras Steam untuk bulan Agustus 2025 mengungkap dominasi kuat NVIDIA dalam lanskap GPU gaming global. GeForce RTX 5070 menempati posisi tertinggi di antara GPU generasi terkini dalam daftar Steam Hardware Survey, bahkan berhasil masuk ke posisi ke-20 secara keseluruhan. Ini menandakan keberhasilan produk tersebut dalam menjangkau gamer aktif dalam skala besar, mengungguli opsi RTX 5060 dan 5060 Ti yang lebih murah.
“Baca Juga: TikTok Live Kembali Aktif di Indonesia dengan Aturan Baru”
Data dari Steam, meski berbasis pengguna platform tertentu, sering dianggap sebagai barometer tren industri GPU gaming global. Posisi RTX 5070 menjadi bukti bahwa inovasi, harga yang kompetitif, dan distribusi yang baik masih menjadi kombinasi paling efektif dalam menarik pasar.
Faktor utama yang mendorong lonjakan adopsi RTX 5070 adalah penurunan harga mendekati MSRP dan tingginya ketersediaan secara global. Meskipun harganya masih di atas $500, RTX 5070 dinilai sebagai pilihan menarik karena menawarkan performa tinggi dengan nilai jangka panjang.
Banyak gamer mengalihkan pilihan dari kelas menengah ke atas karena selisih harga yang kian menipis dibanding GPU generasi sebelumnya. Hal ini didorong oleh tren penurunan harga di pasar pasca-pandemi dan siklus upgrade yang lebih agresif di kalangan pemain PC enthusiast.
Berbeda dengan RTX 5070, jajaran AMD RDNA 4 seperti Radeon RX 9070 XT dan RX 9060 XT justru absen dari 100 besar survei Steam. Ini menimbulkan tanda tanya besar, terutama karena AMD sebelumnya menyatakan bahwa peluncuran GPU tersebut mendapat sambutan pasar yang positif.
Ketidakhadiran AMD di Steam Survey menunjukkan keterbatasan distribusi atau permintaan yang belum terakselerasi secara global. Data penjualan dari Amazon wilayah AS mengonfirmasi ketimpangan ini: pada Juni 2025, RTX 5070 terjual sebanyak 5.450 unit, jauh di atas RX 9070 XT yang hanya mencatat 3.800 unit.
Dalam lanskap GPU saat ini, NVIDIA menguasai sekitar 70% unit penjualan dan hampir 80% pangsa pendapatan. Menjadikannya pemimpin pasar yang sulit dikejar. Sementara itu, AMD hanya mengamankan sekitar 20–28% pangsa pasar, bahkan lebih rendah dalam kategori GPU generasi terbaru.
Dominasi ini mencerminkan efektivitas strategi NVIDIA dalam menyasar semua segmen—dari mainstream hingga enthusiast—dengan jadwal peluncuran yang terukur dan stok yang selalu tersedia. Kurangnya tekanan kompetitif dari AMD dapat memicu kekhawatiran terhadap minimnya opsi GPU di pasar, situasi yang tidak ideal bagi konsumen.
“Baca Juga: Prabowo Tegaskan Negara Harus Lindungi Rakyat dari Anarki”
Meski AMD masih kuat di sektor lain, terutama konsol, tantangan di ranah PC gaming tetap besar. Ketidakhadiran RDNA 4 dalam survei Steam menjadi sinyal bahwa AMD perlu segera mengatasi kendala produksi dan distribusi.
Strategi jangka panjang yang melibatkan GPU value-oriented dan integrasi dengan ekosistem konsol bisa menjadi tumpuan AMD. Namun, jika ingin menyaingi NVIDIA secara langsung di pasar PC. AMD perlu menjamin bahwa produk mereka tersedia dan kompetitif secara harga dan performa.