
Anak Beberkan Kronologi dan Penyebab Meninggalnya Yaya Moektio
Awalan Berita – Drummer senior Yaya Moektio meninggal dunia pada Senin, 8 Desember 2025. Jenazahnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Putra almarhum, Rama Moektio, menjelaskan kondisi kesehatan ayahnya menurun drastis selama tiga tahun terakhir. Awalnya, keluarga dan dokter menduga Yaya hanya mengalami masalah lambung biasa. Namun, ternyata masalah tersebut berakar dari usus buntu yang tidak terdiagnosis secara tepat. Kepergian Yaya Moektio meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan komunitas musik Indonesia.
“Baca Juga: Scarlett Johansson Siap Hadir di The Batman Part II”
Rama menjelaskan usus buntu Yaya Moektio pecah dan menyebabkan infeksi kronis. Infeksi menyebar ke paru-paru, ginjal, dan organ vital lainnya. Yaya sempat menjalani dua operasi; operasi pertama berhasil, tetapi operasi kedua masih menemukan infeksi yang menjalar. Kondisi diperparah oleh penyakit Tuberkulosis (TB) yang menyerang paru-paru, usus, dan ginjal almarhum. Rama menuturkan, “Penyakit ini membuat Papa tidak bisa membaik meski dirawat intensif.” Penyebaran bakteri dan infeksi sistemik menjadi faktor utama kematian musisi legendaris ini.
Yaya dirawat intensif selama 17 hari di RS Mayapada dan RS Fatmawati. Kondisinya sempat stabil, namun kesadaran dan kemampuan berbicara menurun sejak hari kelima. Rama mengenang, “Hari ke-5 di Mayapada, beliau sudah tidak bisa bicara. Masuk hari ke-10, matanya tidak merespons bagus.” Selama perawatan, keluarga melakukan doa dan pendampingan penuh hingga Yaya mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 4 pagi, sebelum adzan subuh. Perawatan intensif ini menunjukkan usaha maksimal keluarga dan tenaga medis untuk menyelamatkan nyawa sang musisi.
Sebelum sakit, Yaya berencana menggelar acara musik untuk mengenang sahabatnya, basis Reddy Noor. Ia ingin mengumpulkan teman-teman Geng Pegangsaan dalam acara bernama “Reddy Noor Night.” Rama berharap kini acara tersebut bisa diselenggarakan sebagai “Yaya Moektio and Reddy Noor Night” oleh teman-teman sang ayah. Keinginan ini menunjukkan dedikasi Yaya pada musik dan persahabatan yang ia bangun selama hidupnya. Komunitas musik di Indonesia berencana mengenang Yaya melalui acara ini sebagai penghormatan terakhir.
“Baca Juga: Jensen Huang Klaim AI Aman dan Tak Ancaman bagi Manusia”
Rama menggambarkan ayahnya sebagai sosok ayah yang baik, hangat, dan mudah bergaul. Yaya dikenal sebagai pribadi yang nyaman bagi siapa saja, termasuk teman-teman musisi dan penggemar. Kehadirannya di dunia musik meninggalkan warisan karya dan inspirasi bagi generasi baru drummer dan musisi Indonesia. Rama menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat saat pemakaman, berharap doa dan kenangan baik tetap menemani Yaya. Musisi legendaris ini dikenang sebagai figur yang gigih, bersahabat, dan berdedikasi tinggi pada musik serta keluarga.