
Arus Balik Nataru, ASDP Angkut 607 Ribu Penumpang
Awalan Berita – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 berlangsung terkendali. Pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan utama penyeberangan terpantau relatif lancar. Hingga H-8 Nataru atau Jumat, 2 Januari, aktivitas penyeberangan masih berada dalam batas kapasitas layanan. Kondisi ini mencerminkan kesiapan operasional pelabuhan dan armada selama masa libur panjang. ASDP menilai tidak terjadi lonjakan ekstrem yang berpotensi mengganggu kelancaran arus balik. Fokus pengelolaan lalu lintas diarahkan pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Baca Juga: Purbaya Terapkan Pembebasan PPh 21 bagi Pegawai sampai Rp 10 Juta”
Secara kumulatif, arus penumpang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 orang. Angka tersebut naik tipis 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 151.367 unit. Jumlah tersebut meningkat 3,4 persen secara tahunan. Kenaikan kendaraan terutama dipengaruhi aktivitas distribusi logistik. Namun, secara agregat pada H+8, total kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat 7.420 unit. Angka ini justru turun 5,7 persen dibandingkan realisasi tahun lalu. Jumlah penumpang pada hari tersebut mencapai 30.617 orang. Capaian itu turun tipis 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara menunjukkan tren melandai. Pada periode H-10 hingga H+8 Nataru, jumlah penumpang tercatat 688.455 orang. Angka tersebut naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, total kendaraan yang menyeberang justru turun 6,4 persen menjadi 150.736 unit. Pada H+8, total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang. Jumlah ini menurun 10,3 persen secara tahunan. Total kendaraan mencapai 5.791 unit atau turun 21,3 persen. ASDP menilai penurunan ini mencerminkan berakhirnya fase puncak mobilitas libur panjang.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa arus balik Nataru terpantau lancar dan terkendali. Ia menyebut pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus. Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7 persen. Di sisi lain, pada lintasan Jawa ke Sumatera, jumlah truk logistik tercatat 955 unit. Angka tersebut turun 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen. Perubahan komposisi ini menunjukkan aktivitas logistik mulai kembali ke pola normal pasca libur.
“Baca Juga: Inovasi Startup Jepang, Kain Bisa Berfungsi sebagai Speaker”
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa Bakauheni Harbour City menjadi salah satu daya tarik selama libur Nataru. Kawasan Siger Park di BHC menjadi tujuan wisata masyarakat sejak 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. ASDP menghadirkan berbagai kegiatan hiburan dan budaya untuk pengunjung. Ragam acara meliputi pertunjukan musik lintas generasi, atraksi budaya Lampung, serta Festival Kuliner. Festival ini melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM lokal. Menurut Windy, pelabuhan kini tidak hanya menjadi tempat berpindah, tetapi juga ruang interaksi sosial dan ekonomi. ASDP juga membuka Stand Donasi BHC selama festival berlangsung. Pengunjung diajak berbagi kepedulian bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sibolga. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan di tengah momentum libur nasional.