
Capcom Siapkan Strategi Besar untuk Devil May Cry, Mega Man, Ace Attorney
Awalan Berita – Capcom tengah merancang strategi untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang, menurut laporan korporat terbaru setebal 86 halaman. Presiden sekaligus COO Capcom, Haruhiro Tsujimoto, menegaskan pentingnya mempertahankan posisi perusahaan sebagai salah satu raksasa industri game global. Dalam laporan tersebut, Tsujimoto menyoroti rencana perusahaan untuk meningkatkan profit, memperluas basis penggemar, dan mengembangkan pipeline judul besar secara konsisten. Strategi ini menjadi kunci bagi Capcom untuk menghadapi kompetisi ketat di pasar game internasional.
“Baca Juga: SEGA Hadirkan Event Unik: Nikah dengan Kazuma Kiryu”
Menurut Tsujimoto, tiga franchise utama Capcom—Resident Evil, Monster Hunter, dan Street Fighter—merupakan fondasi strategis perusahaan. Franchise ini disebut sebagai “core IP” yang menopang target penjualan tahunan hingga 100 juta unit. Resident Evil dikenal luas sebagai salah satu seri horor ikonik, Monster Hunter menguasai pasar game aksi co-op global, sedangkan Street Fighter terus mempertahankan pengaruhnya di dunia game fighting kompetitif. Keberhasilan tiga pilar ini menjadi faktor utama dalam pertumbuhan pendapatan dan profit operasional tahunan Capcom yang ditargetkan meningkat minimal 10 persen.
Meskipun tiga IP utama menopang perusahaan, Capcom menyadari perlunya memperluas pipeline judul besar. Tsujimoto menyebut Mega Man, Devil May Cry, dan Ace Attorney sebagai contoh franchise yang memiliki potensi untuk menjadi core IP berikutnya. Perusahaan berencana meluncurkan remake, port ke platform generasi terbaru, dan rilis baru dari seri-seri ini untuk menarik pemain lama dan baru. Langkah ini bertujuan memperkuat loyalitas penggemar dan memperluas jangkauan global. Strategi ini juga mencerminkan pendekatan jangka panjang Capcom untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan.
Capcom juga menyoroti investasi dalam sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan. Selama tiga tahun terakhir, perusahaan fokus pada pelatihan kreator internal dan merekrut talenta baru. Penguatan tim kreatif bertujuan meningkatkan kualitas produksi game dan inovasi. Selain itu, Capcom sedang membangun fasilitas pengembangan baru dekat kantor pusat di Osaka. Fasilitas ini dijadwalkan rampung pada 2027 dan mencakup tambahan lahan untuk ekspansi di masa depan. Investasi ini memastikan perusahaan memiliki infrastruktur memadai untuk mendukung pipeline jangka panjang.
“Baca Juga: Claude Opus 4 Dikabarkan Bocorkan Rahasia Privasi Pengguna”
Dengan strategi yang komprehensif, Capcom menargetkan pertumbuhan profit operasional tahunan 10 persen atau lebih. Target ambisius lainnya adalah penjualan 100 juta unit per tahun melalui kombinasi judul utama dan ekspansi seri pendukung. Perusahaan berfokus pada kontinuitas perilisan dua hingga tiga judul besar setiap tahun, sambil memastikan pipeline tetap berkembang. Strategi ini menegaskan posisi Capcom di industri game global, sekaligus membuka peluang bagi franchise lama untuk tumbuh menjadi core IP baru. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Capcom berkomitmen untuk inovasi, penguatan brand, dan pengalaman pemain jangka panjang.