
Celah Bluetooth Baru Bisa Ubah TWS Jadi Alat Penyadap
Awalan Berita – Sebuah celah keamanan serius ditemukan dalam chip Bluetooth yang digunakan pada berbagai perangkat audio seperti TWS dan headphone. Temuan ini diungkap oleh ERNW, perusahaan keamanan siber asal Jerman, dan memunculkan kekhawatiran besar terkait privasi pengguna perangkat audio nirkabel.
Celah tersebut ditemukan pada chip buatan Airoha, produsen semikonduktor yang banyak digunakan oleh merek audio ternama seperti Sony, JBL, dan Bose. Chip Airoha selama ini digunakan dalam berbagai perangkat audio karena efisiensinya, namun kini terbukti memiliki kerentanan serius terhadap penyadapan.
“Baca Juga: Xiaomi Smart Band 10 Meluncur di Indonesia pada 7 Juli 2025″
Menurut laporan ERNW, celah tersebut memungkinkan pihak ketiga mengakses perangkat tanpa perlu melalui proses pairing atau autentikasi. Ini berarti, siapa pun dengan perangkat dan alat yang tepat bisa langsung masuk ke dalam sistem headphone atau TWS milik orang lain.
Lebih buruk lagi, setelah berhasil masuk ke perangkat audio, hacker juga bisa mengakses smartphone yang terhubung ke perangkat tersebut. Dalam demonstrasi yang dilakukan ERNW, peretas dapat mengaktifkan mikrofon dari perangkat tanpa diketahui pemiliknya.
Airoha dikabarkan sudah merilis patch keamanan untuk menutup celah ini pada 4 Juni 2025. Namun hingga 30 Juni 2025, sebagian besar produsen perangkat belum mengirimkan firmware update ke perangkat yang terdampak. Artinya, jutaan perangkat audio di pasar masih dalam kondisi rentan terhadap eksploitasi.
Pihak ERNW menyarankan agar pengguna aktif memeriksa pembaruan firmware untuk TWS atau headphone mereka. Jika belum tersedia, langkah pencegahan sementara adalah dengan mematikan Bluetooth di tempat umum, serta menghindari percakapan sensitif saat menggunakan perangkat audio Bluetooth.
Walaupun Airoha telah bertindak cepat dengan menyediakan patch, tanggung jawab kini ada di tangan produsen seperti Sony, JBL, dan Bose untuk mendistribusikan pembaruan ke semua perangkat terdampak. Konsumen juga diharapkan lebih waspada dan tidak menganggap ringan potensi ancaman terhadap data pribadi mereka.
Menurut ERNW, potensi penyalahgunaan celah ini tidak terbatas pada penyadapan individu, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk spionase industri atau kegiatan ilegal lainnya. Oleh karena itu, kesadaran keamanan siber pada perangkat IoT dan wearable menjadi semakin penting.
“Baca Juga: StayC Sukses Gelar Konser Perdana di Jakarta”
Hingga pembaruan firmware didistribusikan secara luas, pengguna disarankan berhati-hati menggunakan perangkat audio berbasis Bluetooth, terutama di tempat umum. Penting bagi pengguna untuk memantau situs resmi produsen dan memperbarui firmware segera setelah tersedia.
Keamanan data pribadi tidak hanya bergantung pada teknologi, tapi juga pada kesadaran dan langkah proaktif pengguna dalam menjaga privasi digital mereka.