
Developer MindsEye Terus Dukung Promosi Lewat Streamer
Awalan Berita – Build A Rocket Boy bersama publisher IO Interactive memutuskan untuk tidak membagikan kode review kepada kreator konten maupun jurnalis sebelum perilisan MindsEye. Kebijakan tersebut langsung menuai sorotan setelah game ini resmi dirilis pada 10 Juni 2025. Begitu tersedia untuk publik, berbagai ulasan independen bermunculan dan mayoritas memberikan penilaian negatif terhadap kualitas game, mulai dari performa teknis, desain gameplay, hingga konten yang dinilai belum matang. Absennya review awal justru memperkuat kesan bahwa pengembang tidak percaya diri dengan kondisi game saat rilis, yang pada akhirnya berdampak langsung pada persepsi publik.
“Baca Juga: Prince of Persia: The Sands of Time Remake Resmi Dibatalkan”
Respon gamer terhadap MindsEye terbilang sangat dingin. Banyak calon pemain memilih menahan diri untuk membeli atau bahkan mencoba game tersebut setelah membaca ulasan-ulasan negatif yang beredar luas di media sosial dan forum komunitas. Kondisi ini tercermin dari data pemain aktif harian di Steam, yang hingga kini masih berada di kisaran sangat rendah, yakni sekitar 10 hingga 15 pemain per hari. Angka tersebut jauh dari ekspektasi sebuah game yang dirilis dengan ambisi besar dan dukungan publisher berpengalaman. Minimnya basis pemain aktif ini membuat MindsEye kesulitan membangun ekosistem komunitas yang sehat dan berkelanjutan.
Di tengah rendahnya minat pemain, muncul laporan bahwa Build A Rocket Boy masih aktif mensponsori streamer dan content creator untuk memainkan MindsEye di berbagai platform siaran. Strategi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan industri dan komunitas gamer. Di satu sisi, sponsor kepada kreator memang dapat meningkatkan eksposur. Namun di sisi lain langkah tersebut dianggap kurang relevan ketika minat organik terhadap game hampir tidak ada. Banyak pihak menilai bahwa upaya ini lebih terlihat sebagai usaha mempertahankan visibilitas semu. Alih-alih membangun ketertarikan jangka panjang berbasis kualitas produk.
Keputusan untuk terus menggelontorkan dana promosi dinilai semakin membingungkan jika dikaitkan dengan kondisi internal Build A Rocket Boy. Studio ini dilaporkan baru saja melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 250 karyawan. Langkah tersebut menandakan adanya tekanan finansial yang signifikan, sehingga muncul pertanyaan mengenai prioritas perusahaan. Di tengah upaya efisiensi dan pengurangan tenaga kerja, keputusan untuk tetap membayar streamer dianggap kontradiktif dan berpotensi menimbulkan sentimen negatif. Baik dari publik maupun mantan karyawan yang terdampak.
“Baca Juga: Joint Venture Sony–TCL Pakai Nama BRAVIA”
Situasi semakin rumit dengan munculnya kabar bahwa sejumlah mantan karyawan Build A Rocket Boy tengah menyiapkan gugatan hukum. Mereka menuding bahwa kondisi kerja selama pengembangan MindsEye berdampak buruk terhadap kesehatan mental. Serta menilai proses pemutusan hubungan kerja dilakukan tanpa penanganan yang layak. Gugatan ini berpotensi memperpanjang sorotan negatif terhadap studio, sekaligus menambah tekanan terhadap keberlangsungan MindsEye di pasar. Meski Build A Rocket Boy masih rutin merilis pembaruan untuk memperbaiki game. Masa depan MindsEye kini berada di persimpangan, di mana kepercayaan publik, stabilitas internal, dan keberlanjutan finansial menjadi faktor penentu apakah game ini mampu bangkit atau justru perlahan ditinggalkan.