
Epic Games Siapkan Launcher untuk Pengguna Linux
Awalan Berita – Epic Games dikabarkan sedang mengembangkan versi Linux untuk Epic Games Launcher. Informasi tersebut muncul dari seorang developer Epic melalui sesi tanya jawab di Discord. Developer tersebut menyebut versi Linux memang sedang dikerjakan oleh perusahaan. Namun, launcher tersebut belum akan tersedia pada preview build berikutnya. Informasi ini menjadi kabar penting bagi pengguna Linux yang mengakses Epic Games Store. Selama ini, mereka harus menggunakan berbagai solusi pihak ketiga untuk menjalankan game Epic. Beberapa pilihan populer mencakup Wine, Proton, Lutris, dan Heroic Games Launcher. Kehadiran launcher resmi dapat membuat proses tersebut menjadi lebih sederhana bagi pengguna Linux.
“Baca Juga: Crimson Desert Siapkan Versi Nintendo Switch 2 pada 2027″
Pengembangan versi Linux berlangsung ketika Epic juga melakukan perombakan besar terhadap launcher PC. Perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa pembangunan ulang tersebut membawa peningkatan pada sejumlah aspek teknis. Epic mengklaim cold start launcher dapat menjadi rata-rata lima kali lebih cepat. Proses pemulihan launcher dari system tray juga diklaim mencapai peningkatan hingga 6,5 kali. Optimalisasi tersebut menunjukkan bahwa Epic sedang memperbaiki fondasi perangkat lunaknya. Namun, belum diketahui apakah seluruh peningkatan tersebut akan langsung tersedia pada versi Linux. Epic juga belum mengumumkan jadwal resmi untuk peluncuran launcher Linux. Karena itu, informasi mengenai waktu rilis masih perlu menunggu pernyataan perusahaan berikutnya.
Steam Deck menjadi salah satu perangkat yang berpotensi memperoleh manfaat dari perkembangan ini. Perangkat tersebut menggunakan SteamOS berbasis Linux sebagai sistem operasi utama. Saat ini, pengguna dapat mengakses game Epic melalui aplikasi pihak ketiga seperti Heroic Games Launcher. Heroic menyediakan dukungan untuk Epic Games Store dan GOG pada perangkat Linux. Aplikasi tersebut juga dapat menggunakan Wine dan Proton untuk menjalankan berbagai game Windows. Kehadiran launcher resmi Epic berpotensi mengurangi kebutuhan konfigurasi tambahan. Pengguna dapat memperoleh jalur akses yang lebih langsung menuju perpustakaan game Epic mereka. Namun, dukungan resmi belum otomatis menjamin seluruh game Windows berjalan sempurna.
Rencana Epic tersebut muncul ketika ekosistem gaming Linux mulai mendapatkan dukungan lebih luas. NVIDIA sebelumnya menghadirkan dukungan native GeForce NOW untuk Linux setelah melalui tahap beta. Layanan cloud gaming tersebut memungkinkan pengguna memainkan game melalui server NVIDIA. Dukungan native juga memberikan alternatif bagi pengguna yang tidak ingin menjalankan game secara lokal. Di sisi lain, GOG juga disebut sedang mengembangkan dukungan Linux resmi untuk GOG Galaxy. Jika berbagai perkembangan tersebut berlanjut, pengguna Linux akan memiliki lebih banyak pilihan toko digital. Kondisi ini dapat mengurangi kebutuhan menggunakan Windows untuk mengakses layanan gaming tertentu. Perkembangan tersebut juga menunjukkan meningkatnya perhatian industri terhadap pasar gaming berbasis Linux.
“Baca Juga: Google Gantikan Assistant dengan Gemini Mulai 4 September”
Meski menarik, kehadiran Epic Games Launcher untuk Linux tidak akan menyelesaikan seluruh masalah kompatibilitas. Banyak game masih membutuhkan teknologi Windows tertentu untuk dapat berjalan dengan baik. DRM, driver, Wine, dan Proton tetap dapat memengaruhi kompatibilitas setiap judul. Sistem anti-cheat juga menjadi salah satu hambatan terbesar untuk gaming Linux. Beberapa game kompetitif masih tidak mendukung lingkungan Linux karena teknologi anti-cheat tertentu. Karena itu, launcher resmi hanya menyelesaikan sebagian masalah akses menuju toko digital. Dukungan game tetap bergantung pada pengembang masing-masing dan teknologi yang digunakan. Epic juga masih perlu memberikan informasi lebih lengkap mengenai fitur versi Linux. Jika pengembangan tersebut benar-benar berlanjut hingga rilis, Linux dapat menjadi platform yang semakin mandiri untuk gaming PC. Namun, kualitas dukungan game dan kompatibilitas tetap menjadi faktor penentu keberhasilannya.