Awalan Berita – Sebuah celah keamanan kritis ditemukan di aplikasi kompresi populer, WinRAR, dengan kode kerentanan CVE-2025-8088. Celah ini memungkinkan file RAR palsu menanamkan malware ke sistem pengguna. Jika diekstrak, file tersebut langsung menempatkan program jahat ke folder startup Windows dan aktif saat perangkat menyala.
“Baca Juga: iPhone 18 Gunakan Sensor Kamera 3 Lapis dari Samsung”
Peneliti keamanan dari ESET mengungkapkan bahwa celah ini sudah dieksploitasi secara aktif. Salah satu skenario umum adalah penyamaran file sebagai dokumen lamaran kerja atau presentasi bisnis, padahal mengandung kode berbahaya.
Kelompok RomCom Manfaatkan Celah untuk Serangan Spionase
Kelompok peretas RomCom, yang diduga berbasis di Rusia, menjadi salah satu pelaku utama dalam eksploitasi celah WinRAR ini. Mereka mengincar sektor strategis seperti keuangan, pertahanan, manufaktur, dan logistik, terutama di wilayah Eropa dan Kanada.
RomCom memanfaatkan celah ini untuk menyebarkan malware jenis backdoor, yang memberi akses jarak jauh ke perangkat korban tanpa terdeteksi. Malware tersebut otomatis aktif setiap kali sistem dinyalakan.
Path Traversal dan Alternate Data Streams Jadi Akar Masalah
Masalah utama berasal dari cara WinRAR memproses path traversal melalui alternate data streams (ADS). Teknik ini memungkinkan penempatan file berbahaya di direktori sistem tanpa izin pengguna. Semua versi WinRAR hingga 7.12 terdampak oleh celah ini. Ini membuka risiko besar jika pengguna tidak segera memperbarui aplikasi mereka ke versi aman.
WinRAR Rilis Update, Tapi Tak Semua Pengguna Sadar
ESET melaporkan temuan ini pada pertengahan Juli 2025. Sebagai respons, pengembang WinRAR merilis versi 7.13 pada 30 Juli 2025 untuk menutup celah tersebut. Namun, WinRAR tidak memiliki fitur pembaruan otomatis, sehingga banyak pengguna belum terlindungi. Pengguna diminta memperbarui aplikasi secara manual dengan mengunduh versi terbaru langsung dari situs resmi WinRAR untuk menghindari risiko keamanan.
Ancaman Meluas, Eksploitasi Dijual Hingga $80.000
Kelompok lain bernama Paper Werewolf juga dilaporkan menggunakan celah ini. Mereka membeli eksploit dari pasar gelap dengan harga mencapai $80.000 USD. Berbeda dari RomCom, Paper Werewolf menargetkan berbagai organisasi, termasuk di Rusia sendiri. Kehadiran dua kelompok berbeda yang mengeksploitasi celah ini menunjukkan bahwa kerentanan di WinRAR menjadi komoditas berharga di dunia kejahatan siber, memicu kewaspadaan lebih tinggi dari para ahli keamanan global.
“Baca Juga: LG Rilis Panel OLED 27 Inci 540Hz, Tercepat di Dunia”
Penutup: Segera Perbarui WinRAR dan Waspadai File Tak Dikenal