
Harga Konsol Naik, Xbox Disebut Tetap Belum Untung
Awalan Berita – Laporan terbaru menyebutkan bahwa kenaikan harga konsol Xbox belum mampu mengimbangi meningkatnya biaya produksi perangkat keras. Meskipun Microsoft telah menaikkan harga Xbox Series X dan Xbox Series S, penjualan konsol tersebut dikabarkan masih belum menghasilkan keuntungan.
Informasi ini berasal dari Jez Corden dari Windows Central. Ia menilai kenaikan harga yang mulai berlaku pada awal Agustus belum cukup untuk menutup biaya material yang terus meningkat. Salah satu faktor terbesar adalah melonjaknya harga komponen memori yang digunakan dalam proses produksi konsol.
“Baca Juga: Motorola Hadirkan Moto Pad 70 Groove Berbekal 9 Speaker”
Hingga saat ini, Microsoft belum memberikan pernyataan resmi mengenai tingkat keuntungan atau kerugian dari penjualan lini Xbox Series setelah penyesuaian harga tersebut.
Menurut Jez Corden, kenaikan harga Xbox Series X dan Xbox Series S sebesar 100 dolar Amerika Serikat masih belum mampu mengimbangi lonjakan biaya produksi.
Ia menyebut meningkatnya harga DRAM dan NAND menjadi penyebab utama. Kedua komponen tersebut merupakan bagian penting dalam perangkat modern, termasuk konsol gim.
Harga memori dilaporkan mulai meningkat sejak akhir tahun lalu dan terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat biaya produksi perangkat keras ikut bertambah.
Akibatnya, produsen konsol menghadapi tantangan untuk mempertahankan harga jual tanpa mengurangi margin keuntungan. Situasi ini juga tidak hanya dialami oleh Microsoft, tetapi turut menjadi perhatian industri perangkat elektronik secara umum.
Selain membahas kondisi Xbox saat ini, Jez Corden juga menyinggung arah pengembangan konsol Microsoft di masa depan.
Menurutnya, Microsoft kemungkinan akan mengurangi dukungan terhadap toko gim pihak ketiga, termasuk Steam, pada proyek yang dikenal dengan nama Project Helix. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan upaya mempertahankan sumber pendapatan dari ekosistem Xbox.
Sebelumnya, sempat muncul rumor bahwa konsol generasi berikutnya akan mengusung konsep yang lebih terbuka seperti PC. Dengan pendekatan tersebut, pengguna diperkirakan dapat mengakses lebih banyak platform distribusi gim.
Namun, menurut laporan tersebut, membuka akses ke toko digital lain berpotensi mengurangi pendapatan Microsoft dari penjualan gim maupun layanan digital yang dimilikinya.
Perusahaan sendiri belum memberikan konfirmasi mengenai fitur maupun strategi distribusi untuk Project Helix.
Jez Corden juga memperkirakan bahwa konsol Xbox generasi berikutnya kemungkinan akan dipasarkan dengan harga lebih dari 1.000 dolar Amerika Serikat.
Prediksi tersebut didasarkan pada meningkatnya biaya pengembangan dan produksi perangkat keras, termasuk harga berbagai komponen penting yang terus mengalami kenaikan.
Meski demikian, informasi tersebut masih berupa perkiraan dari sumber yang dikutip Windows Central. Microsoft belum mengungkap spesifikasi, harga, maupun jadwal peluncuran konsol Xbox generasi selanjutnya.
Apabila harga tersebut benar-benar diterapkan, konsol baru Microsoft akan berada pada segmen premium dengan banderol yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi Xbox Series saat pertama kali diluncurkan.
“Baca Juga: Ocarina of Time Berhasil Diport Native ke iPadOS”
Dalam laporannya, Jez Corden juga menyoroti peran layanan berlangganan Game Pass terhadap ekosistem Xbox.
Ia menggunakan data penggunaan ROG Xbox Ally sebagai salah satu acuan. Berdasarkan pengamatannya, sekitar 75 persen pengguna perangkat tersebut juga berlangganan Xbox Game Pass Ultimate atau PC Game Pass.
Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan berlangganan memiliki kontribusi penting terhadap pendapatan ekosistem Xbox. Kondisi inilah yang diduga menjadi alasan Microsoft tetap berupaya mempertahankan pengguna di dalam platform miliknya.
Meski demikian, seluruh informasi mengenai kondisi keuangan Xbox, strategi Project Helix, hingga perkiraan harga konsol generasi berikutnya masih berasal dari laporan Jez Corden di Windows Central. Microsoft belum memberikan konfirmasi resmi mengenai berbagai klaim tersebut. Untuk saat ini, arah pengembangan perangkat keras Xbox dan kebijakan distribusi gim di masa depan masih perlu menunggu pengumuman langsung dari perusahaan.
