
RGG Studio Pernah Pertimbangkan Stranger Than Heaven Trilogi
Awalan Berita – RGG Studio mengungkap lebih banyak informasi mengenai Stranger Than Heaven, proyek terbaru yang dijadwalkan meluncur pada 15 Januari 2027. Berdasarkan wawancara Masayoshi Yokoyama bersama Denfaminicogamer, game ini menjadi salah satu proyek paling ambisius yang pernah dikerjakan studio tersebut.
Yokoyama menjelaskan bahwa Stranger Than Heaven pada awalnya dirancang sebagai trilogi. Namun, konsep tersebut akhirnya diubah menjadi satu game dengan cakupan cerita yang jauh lebih besar.
“Baca Juga: Snapdragon 8 Series Terbaru Dirumorkan Punya Versi 3nm”
Keputusan itu diambil karena alur cerita dinilai akan terlalu panjang jika dibagi menjadi beberapa judul. RGG Studio memilih menyatukan seluruh materi agar pemain dapat menikmati kisah lengkap dalam satu pengalaman bermain.
Langkah tersebut menunjukkan perubahan pendekatan pengembangan dibanding proyek-proyek sebelumnya. Studio ingin menghadirkan narasi yang utuh tanpa harus menunggu kelanjutan cerita pada seri berikutnya.
Stranger Than Heaven akan mengikuti perjalanan hidup tokoh utama bernama Makoto Daito. Ceritanya membentang selama sekitar 50 tahun, mulai dari 1915 hingga 1965.
Sepanjang permainan, pemain akan mengunjungi lima kota yang mewakili berbagai periode sejarah. Perubahan zaman menjadi bagian penting dalam perkembangan karakter maupun alur cerita.
Menurut Yokoyama, tujuan utama proyek ini bukan sekadar menampilkan masa lalu dunia Like a Dragon. RGG Studio ingin mengisahkan bagaimana sebuah organisasi yakuza dapat terbentuk dari awal.
Cerita juga berusaha menjawab alasan seseorang memilih jalan hidup tersebut. Fokus utama berada pada perjalanan pribadi Daito yang dipenuhi perubahan, konflik, dan berbagai pilihan hidup.
Yokoyama menyebut volume cerita dalam game ini sangat besar. Seluruh materi yang sebelumnya direncanakan untuk trilogi kini digabungkan menjadi satu kampanye utama.
Meski memiliki cakupan cerita yang luas, ukuran setiap kota disebut tidak jauh berbeda dari game RGG Studio sebelumnya. Perbedaan utamanya terletak pada kepadatan konten dan detail lingkungan.
RGG Studio memilih membangun dunia yang terinspirasi sejarah daripada menyalin lokasi nyata secara sepenuhnya. Pendekatan tersebut memberi ruang bagi tim untuk menghadirkan kebebasan artistik.
Yokoyama menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah menciptakan dunia fiksi yang tetap terasa meyakinkan. Karena itu, berbagai elemen sejarah dipadukan dengan interpretasi kreatif.
Sebagai contoh, keberadaan jalur trem di Shinjuku pada 1965 ikut dimasukkan ke dalam permainan. Namun, desain lingkungannya tetap disesuaikan agar mendukung pengalaman bermain.
Jumlah bangunan yang dapat dimasuki juga meningkat dibanding game sebelumnya. Hal tersebut membuat aktivitas eksplorasi menjadi lebih padat dan memberikan lebih banyak ruang untuk menemukan berbagai interaksi.
Alih-alih memperbesar ukuran peta, RGG Studio memilih memperkaya isi setiap lokasi. Pendekatan ini diharapkan membuat setiap kota terasa lebih hidup dan memiliki identitas yang kuat.
Stranger Than Heaven juga membawa perubahan besar pada sisi gameplay. Yokoyama menyebut hampir seluruh sistem dirancang ulang dibanding karya RGG Studio sebelumnya.
Perubahan tersebut mencakup sistem pertarungan, antarmuka menu, hingga cara karakter bergerak di dalam dunia permainan. Studio ingin menghadirkan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Salah satu fitur baru adalah sistem pertarungan yang memungkinkan pemain mengontrol sisi kanan dan kiri tubuh secara terpisah. Ide tersebut disebut telah lama ingin diwujudkan oleh Yokoyama.
Menurutnya, mekanisme baru itu akan memberikan gaya bertarung yang lebih unik. Sistem tersebut juga menjadi salah satu identitas utama Stranger Than Heaven.
RGG Studio tidak menargetkan tingkat kesulitan yang terlalu mudah. Sebaliknya, studio ingin pemain memperoleh pengalaman bermain yang terasa menantang dan memiliki karakter tersendiri.
Pendekatan tersebut menunjukkan keinginan RGG Studio untuk bereksperimen. Stranger Than Heaven tidak hanya mengandalkan formula yang telah dikenal oleh para penggemarnya.
“Baca Juga: Harga Steam Machine Resmi, Varian Termurah Tembus $1000″
Selain gameplay, Stranger Than Heaven juga menghadirkan deretan pemeran yang menarik perhatian. Kehadiran Snoop Dogg dan Tupac menjadi salah satu aspek yang banyak diperbincangkan sejak diumumkan.
Yokoyama menegaskan bahwa pemilihan pemeran dilakukan berdasarkan kebutuhan cerita. Menurutnya, setiap tokoh dipilih karena sesuai dengan karakter yang akan diperankan.
Tokoh utama Makoto Daito diperankan oleh Shirota Yuu. Sementara itu, Dean Fujioka juga bergabung dalam jajaran pemeran untuk mendukung kebutuhan narasi dan karakter.
Musik dan dunia hiburan menjadi elemen penting dalam perjalanan hidup Daito. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok berdarah campuran yang menghadapi tantangan identitas di berbagai tempat.
Dalam cerita, dunia pertunjukan menjadi cara Daito bertahan menghadapi tekanan sosial. Karena itu, proses pencarian suara, produksi musik, dan berbagai aktivitas hiburan menjadi bagian utama permainan.
Dengan konsep cerita yang luas, perubahan gameplay, serta pendekatan naratif yang berbeda, Stranger Than Heaven menjadi salah satu proyek paling ambisius RGG Studio. Menjelang peluncurannya pada 15 Januari 2027, studio diperkirakan masih akan mengungkap berbagai informasi baru yang memberikan gambaran lebih lengkap mengenai dunia dan fitur yang ditawarkan game tersebut.
