
iQOO Garap Ponsel Andalan Baru Penantang Flagship
Awalan Berita – iQOO, sub-brand milik vivo, dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran smartphone baru dari lini Neo yang ditargetkan sebagai flagship killer. Hal ini terlihat dari kemunculan perangkat dengan nomor model V2520A dalam database otoritas sertifikasi Tiongkok. Berdasarkan bocoran yang beredar, perangkat tersebut kemungkinan besar akan hadir sebagai iQOO Neo 11 atau iQOO Neo 11 Pro.
“Baca Juga: vivo Y500 Usung Dimensity 7300 dan Storage 512GB”
iQOO dikenal konsisten menghadirkan ponsel dengan performa tinggi dan harga agresif. Kehadiran model baru ini pun diprediksi akan memperkuat posisi iQOO di pasar smartphone performa tinggi dengan harga lebih terjangkau dibanding flagship premium.
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa iQOO Neo 11 series akan hadir dalam dua varian dengan chipset berbeda. Satu model akan menggunakan Qualcomm Snapdragon 8 Elite, sedangkan varian lainnya akan ditenagai MediaTek Dimensity 9500. Kedua chipset ini merupakan SoC kelas atas yang dirancang untuk performa ekstrem di gaming, AI, dan efisiensi daya.
Langkah ini memperkuat positioning iQOO Neo 11 sebagai perangkat flagship killer sejati, yang menawarkan kekuatan setara ponsel premium dengan harga lebih bersaing. Strategi penggunaan dua chipset juga memberikan pilihan lebih luas bagi pengguna, tergantung preferensi mereka terhadap platform Snapdragon atau MediaTek.
Berdasarkan bocoran spesifikasi awal, iQOO Neo 11 akan dibekali baterai berkapasitas besar 7.000 mAh, jauh di atas rata-rata smartphone flagship saat ini. Tak hanya besar, baterai ini juga akan didukung oleh pengisian cepat 100W melalui port USB-C.
Namun, hingga kini belum ada informasi apakah seri ini akan mendukung pengisian daya nirkabel (wireless charging). Jika fitur tersebut disertakan, maka iQOO Neo 11 akan menjadi salah satu ponsel dengan paket daya paling lengkap di kelasnya.
Lini iQOO Neo 11 disebut-sebut akan menggunakan panel AMOLED datar beresolusi 2K yang diproduksi oleh BOE, salah satu produsen layar terbesar di Tiongkok. Panel ini diharapkan menyajikan tingkat kecerahan dan akurasi warna tinggi yang cocok untuk konten visual dan gaming.
Menariknya, sensor sidik jari pada perangkat ini diposisikan di bawah layar dan menggunakan teknologi ultrasonik, bukan optik seperti kebanyakan perangkat sekelas. Teknologi ini biasanya ditemukan di flagship premium karena lebih cepat dan akurat, bahkan saat jari dalam kondisi basah.
iQOO tampaknya mempertahankan desain flat dengan rangka berbahan metal, mirip dengan seri Neo sebelumnya. Desain ini memberi kesan tangguh dan elegan, sekaligus meningkatkan kenyamanan saat digenggam.
Tak hanya soal tampilan, smartphone ini juga akan hadir dengan sertifikasi IP68, yang artinya tahan terhadap debu dan air. Perangkat ini diklaim mampu bertahan ketika tidak sengaja tercebur ke dalam air bersih, menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna dengan mobilitas tinggi atau aktivitas luar ruangan.
“Baca Juga: TikTok Gantikan Ratusan Moderator Konten dengan AI”
Dengan kombinasi chipset premium, baterai besar, layar canggih, serta fitur flagship seperti IP68 dan fingerprint ultrasonik. iQOO Neo 11 berpotensi menjadi flagship killer paling kuat di 2025. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait tanggal rilis atau harga jual, namun peluncurannya diprediksi akan dilakukan dalam waktu dekat setelah proses sertifikasi selesai.
Jika iQOO mampu mempertahankan harga agresif seperti seri-seri sebelumnya. Maka Neo 11 bisa menjadi ancaman nyata bagi merek-merek besar di segmen flagship. Perkembangan ini akan menarik untuk terus diikuti, terutama bagi pengguna yang mencari smartphone performa tinggi tanpa harus membayar harga premium.