
Digugat Dugaan Penipuan, Adly Fairuz Klaim Banyak Rugi
Awalan Berita – Aktor Adly Fairuz mengaku mengalami berbagai kerugian setelah digugat terkait dugaan penipuan pengurusan calon anggota Akademi Kepolisian. Kerugian tersebut dirasakan baik secara profesional maupun personal. Adly menyebut sejumlah pekerjaannya tidak dapat dijalankan secara optimal. Kondisi ini terjadi karena proses hukum yang tengah berjalan menyita perhatian dan waktunya. Ia menilai situasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas kesehariannya. Adly menyampaikan hal itu saat ditemui di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan. Ia mengatakan tekanan yang dihadapi cukup besar. Meski demikian, Adly berusaha tetap menjalani proses yang ada. Ia menegaskan ingin fokus menyelesaikan masalah secara hukum. Pernyataan tersebut disampaikan belum lama ini kepada awak media.
“Baca Juga: Konser Michael Guang Liang di Jakarta Dijadwalkan 6 Juni”
Adly Fairuz menyatakan kerugian yang dialaminya sangat banyak. Ia menekankan pekerjaan menjadi salah satu aspek yang paling terdampak. Menurutnya, beberapa proyek tidak dapat dikerjakan dengan maksimal. Fokusnya terbagi antara pekerjaan dan penyelesaian masalah hukum. Adly menyadari situasi ini menjadi ujian berat dalam hidupnya. Dari kejadian tersebut, ia menarik pelajaran penting. Adly mengaku kini lebih berhati-hati dalam mempercayai orang lain. Ia menyebut proses ini sebagai bentuk seleksi alam dalam pergaulan. Ke depan, ia bertekad memilah orang-orang terdekatnya. Adly mengatakan akan lebih selektif menentukan siapa yang benar-benar bisa dipercaya. Evaluasi diri menjadi bagian dari proses yang ia jalani. Dukungan keluarga dan teman dekat disebut menjadi penguat utama.
Dalam kesempatan yang sama, Adly berharap permasalahan ini segera menemukan titik akhir. Ia ingin perlahan melanjutkan kembali kehidupannya secara normal. Adly juga menyinggung dampak kasus tersebut terhadap hubungannya dengan anak. Ia mengaku belum bisa bertemu anaknya dalam kondisi saat ini. Oleh karena itu, ia meminta doa dari publik. Adly juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada berbagai pernyataan yang beredar. Ia menekankan pentingnya menunggu putusan pengadilan. Menurutnya, framing media belum tentu mencerminkan fakta sebenarnya. Adly meminta publik tidak bersikap spekulatif. Ia menegaskan akan bersikap kooperatif dalam setiap tahapan hukum. Adly menyatakan siap mengikuti seluruh proses yang berlaku. Ia berharap keadilan dapat ditegakkan melalui mekanisme resmi.
Kasus ini bermula pada awal 2023 ketika Abdul Hadi diperkenalkan kepada Adly Fairuz. Perkenalan tersebut dilakukan melalui perantara bernama Agung Wahyono. Dalam pertemuan itu, Adly diklaim mampu membantu meloloskan anak Abdul Hadi ke Akademi Kepolisian. Korban kemudian menyetorkan uang dengan total Rp 3,65 miliar. Namun, upaya tersebut gagal pada seleksi tahun 2023 dan 2024. Setelah kegagalan tersebut, pihak Adly menandatangani akta notaris pada 2025. Akta tersebut berisi kesepakatan pengembalian dana. Dari total dana, baru Rp 500 juta yang dikembalikan. Sisa dana belum dilunasi hingga batas waktu yang disepakati. Kondisi ini mendorong Abdul Hadi menempuh jalur hukum.
“Baca Juga: Developer MindsEye Terus Dukung Promosi Lewat Streamer”
Pada Januari 2026, Abdul Hadi mengajukan gugatan perdata wanprestasi. Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nilai hampir Rp 5 miliar. Selain gugatan perdata, laporan pidana juga dilayangkan. Laporan tersebut diajukan ke Polres Metro Jakarta Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan. Di tengah proses hukum tersebut, Adly Fairuz juga menghadapi persoalan pribadi. Ia diketahui baru saja resmi bercerai dengan Angbeen Rishi. Perceraian itu terjadi dalam periode yang berdekatan dengan kasus hukum yang menjeratnya. Adly menegaskan akan menghadapi seluruh proses secara terbuka. Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.