
Grand Theft Auto: Tokyo Hampir Digarap Rockstar
Awalan Berita – Grand Theft Auto dikenal sebagai salah satu franchise video game paling berpengaruh sepanjang sejarah industri. Seri ini menghadirkan dunia fiktif yang kuat, terinspirasi dari kota-kota besar Amerika Serikat. Meski begitu, Rockstar Games pernah bereksperimen dengan lokasi di luar Amerika, seperti London. Popularitas GTA membuat setiap keputusan kreatifnya selalu menarik perhatian publik. Baru-baru ini, muncul kembali pembahasan lama tentang rencana ambisius Rockstar yang hampir terwujud. Rencana tersebut adalah pengembangan Grand Theft Auto berlatar Tokyo. Informasi ini datang langsung dari mantan pengembang internal Rockstar.
“Baca Juga: Black Myth Wukong Dongkrak Kunjungan Wisata China”
Dalam wawancara dengan GamesHub, Obbe Vermeij membuka diskusi lama tersebut. Ia merupakan mantan Technical Director Rockstar North. Vermeij terlibat langsung dalam pengembangan GTA 3, Vice City, dan San Andreas. Ia mengonfirmasi bahwa Rockstar pernah mendiskusikan GTA Tokyo secara serius. Ide tersebut muncul ketika studio masih aktif mengeksplorasi berbagai latar global. Tokyo bahkan disebut hampir direalisasikan. Rencananya, proyek ini akan dikerjakan oleh studio lain di Jepang. Studio tersebut akan menggunakan kode utama Rockstar untuk membangun GTA Tokyo.
Tokyo bukan satu-satunya kota yang masuk dalam pembahasan internal Rockstar. Vermeij menyebut beberapa kota lain sebagai kandidat potensial. Kota-kota tersebut termasuk Rio de Janeiro, Moscow, dan Istanbul. Setiap kota dianggap memiliki karakter budaya yang kuat. Lingkungan tersebut dinilai cocok dengan gaya naratif GTA. Namun, semua ide tersebut akhirnya tidak berlanjut. Tidak ada satu pun yang masuk tahap produksi penuh. Keputusan ini menunjukkan pendekatan Rockstar yang sangat selektif. Risiko finansial menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.
Vermeij tidak menjelaskan alasan teknis spesifik pembatalan GTA Tokyo. Namun, ia memberikan pandangan strategis yang cukup jelas. Menurutnya, era eksplorasi lokasi non-Amerika sudah berlalu. Dengan miliaran dolar dipertaruhkan, studio cenderung memilih pendekatan aman. Amerika Serikat dianggap sebagai pusat budaya populer Barat. Banyak pemain sudah memiliki gambaran kota-kota Amerika, meski belum pernah berkunjung. Hal ini memudahkan Rockstar membangun dunia yang terasa familiar. Risiko budaya dan pasar menjadi lebih kecil dibanding lokasi asing.
“Baca Juga: Just Cause 3 Akhiri Proteksi Denuvo Usai Satu Dekade”
Pengakuan ini memperkuat rumor lama yang beredar dua tahun lalu. Saat itu, Rockstar mengalami kebocoran data akibat peretasan. Salah satu bocoran menyebut GTA Tokyo sebagai proyek era PlayStation 2. Meski tidak pernah dikonfirmasi resmi, wawancara Vermeij memberi konteks tambahan. Ia juga merespons harapan fans terhadap lokasi seperti Kolombia. Menurutnya, kemungkinan tersebut sangat kecil. Rockstar tampaknya akan tetap setia pada latar Amerika. Ke depan, pendekatan ini dinilai paling stabil secara kreatif dan komersial. GTA Tokyo kini menjadi bagian dari sejarah ide yang tak pernah terwujud.