
Polandia Terjangkit 170 Ribu Serangan Siber, Infrastruktur Terancam
Awalan Berita – Polandia mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah serangan siber, dengan sebagian besar serangan tersebut dikaitkan dengan Rusia. Menteri Urusan Digital Polandia, Krzysztof Gawkowski, mengungkapkan bahwa intelijen militer Rusia telah meningkatkan upayanya untuk menyerang infrastruktur penting Polandia tahun ini. Menurut data terbaru, sekitar 170.000 insiden siber telah teridentifikasi di tiga kuartal pertama 2025, dan sebagian besar berasal dari aktor Rusia.
“Baca Juga: Apple Diseret ke Pengadilan Karena Gunakan Buku Bajakan untuk AI”
Gawkowski menjelaskan bahwa Polandia kini menjadi sasaran antara 2.000 hingga 4.000 insiden siber setiap harinya. Dari jumlah tersebut, antara 700 hingga 1.000 insiden di antaranya dianggap sebagai ancaman nyata dan berpotensi menyebabkan kerusakan besar. Serangan-serangan ini berfokus pada infrastruktur penting, yang vital bagi kelangsungan hidup normal negara. Hal ini mencerminkan meningkatnya intensitas serangan yang dapat mengganggu sektor-sektor krusial.
Menurut Gawkowski, musuh asing kini mulai memperluas fokus serangannya dari sektor air dan pembuangan limbah ke sektor energi. Ia menambahkan bahwa serangan terhadap sektor energi sangat berisiko, mengingat pentingnya sektor tersebut untuk kehidupan sehari-hari dan ketahanan nasional. Meskipun belum ada angka pasti terkait aktivitas Rusia, informasi yang diperoleh dari badan intelijen Polandia menunjukkan peningkatan keterlibatan Rusia dalam serangan dunia maya terhadap Polandia.
Rusia secara konsisten membantah klaim keterlibatannya dalam serangan siber yang ditujukan pada Polandia. Kedutaan Besar Rusia di Warsawa belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini. Meskipun demikian, pejabat Polandia tetap meyakini bahwa Rusia berusaha merusak keamanan nasional negara tersebut, mengingat dukungan Polandia yang kuat terhadap Ukraina dalam konflik yang sedang berlangsung.
“Baca Juga: Microsoft Luncurkan MAI Image-1 untuk Visual AI Canggih”
Gawkowski juga mencatat bahwa pada 10 September 2025, Polandia mengalami serangan pesawat tak berawak yang diyakini berasal dari Rusia. Serangan ini merupakan yang terbesar sejak 2022, ketika perang Ukraina pecah. Menurutnya, serangan pesawat tak berawak tersebut disertai dengan gelombang serangan siber yang bertujuan untuk merusak sistem pertahanan dan keamanan negara. Meskipun pemerintah Polandia mengetahui bahwa serangan tersebut berasal dari Rusia sejak dini, gelombang disinformasi yang menyebut Ukraina sebagai pelaku utama perang terus mengisi dunia maya Polandia.
Gawkowski menambahkan bahwa serangan disinformasi ini juga melibatkan aktivasi bot-bot yang telah lama tidak aktif, bahkan selama bertahun-tahun, yang kembali digunakan untuk menyebarkan klaim palsu. Hal ini menandakan betapa canggihnya upaya yang dilakukan oleh aktor-aktor yang berusaha merusak stabilitas Polandia melalui informasi yang menyesatkan.
Dengan meningkatnya ancaman dari Rusia, Polandia semakin mengintensifkan upaya untuk melindungi infrastruktur digitalnya dan memperkuat pertahanan dunia maya negara. Ke depannya, negara ini mungkin perlu memperkuat kerja sama dengan sekutunya dalam NATO untuk menghadapi tantangan ini.