
G.SKILL Tuding AI Picu Kenaikan Harga RAM Global
Awalan Berita – G.SKILL, salah satu produsen memori ternama, baru-baru ini menyoroti lonjakan harga RAM yang meresahkan pasar. Perusahaan mengaitkan kondisi ini dengan permintaan tinggi dari industri kecerdasan buatan (AI). Lonjakan harga terutama terjadi pada DRAM DDR5 yang banyak digunakan untuk komputasi performa tinggi. G.SKILL menyatakan bahwa kebutuhan AI akan chip memori dalam jumlah besar menyebabkan ketimpangan pasokan global. Hal ini berdampak langsung pada produsen RAM konsumen dan perakit PC di seluruh dunia. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena harga memori menjadi sangat fluktuatif.
“Baca Juga: Swen Vincke Sebut Krisis RAM Percepat Optimalisasi Game Baru”
Menurut pernyataan resmi G.SKILL, lonjakan harga DRAM dipicu oleh kebutuhan sektor AI yang belum pernah terjadi sebelumnya. Server dan pusat data AI membutuhkan kapasitas memori besar untuk mendukung model machine learning dan inferensi real-time. Produsen chip memprioritaskan kontrak besar dengan perusahaan teknologi AI dibandingkan pasar konsumen. Akibatnya, stok DRAM untuk pengguna PC dan gamer menjadi terbatas. G.SKILL menegaskan bahwa permintaan AI menjadi faktor utama volatilitas harga. “Harga DRAM sedang mengalami volatilitas di seluruh industri karena kendala pasokan global yang parah,” jelas perwakilan G.SKILL.
Kenaikan harga RAM memengaruhi seluruh rantai pasokan komputer. Perakit PC menghadapi kesulitan memenuhi permintaan pelanggan dengan harga stabil. Gamer dan pengguna profesional juga harus menyesuaikan spesifikasi atau menunda upgrade perangkat. Kondisi ini memperlambat pertumbuhan pasar PC konsumen dan memengaruhi strategi pengembangan hardware. Produsen seperti G.SKILL harus menyeimbangkan produksi untuk AI dan pasar konsumen. Keterbatasan stok juga berpotensi memicu penundaan peluncuran game atau software berat yang membutuhkan kapasitas memori tinggi.
G.SKILL menekankan bahwa mereka terus memonitor pasar dan menyesuaikan produksi untuk menghadapi lonjakan permintaan. Perusahaan berupaya menjaga ketersediaan DRAM DDR5 bagi konsumen sambil memenuhi kontrak industri AI. Strategi ini termasuk optimisasi rantai pasokan, alokasi stok, dan kolaborasi dengan produsen chip. G.SKILL juga menyoroti pentingnya transparansi bagi pengguna terkait kondisi pasar. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak langsung pada harga RAM di segmen konsumen. Perusahaan mengimbau penggemar PC untuk tetap memantau tren harga sebelum melakukan pembelian besar.
“Baca Juga: NVIDIA Pangkas Produksi GeForce RTX Akibat Kelangkaan DRAM”
Volatilitas harga DRAM kemungkinan akan berlanjut seiring pertumbuhan industri AI global. Permintaan memori untuk pusat data dan server AI diprediksi tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Produsen RAM konsumen perlu menyesuaikan strategi produksi dan penjualan. Situasi ini mendorong inovasi dalam efisiensi memori dan arsitektur hardware untuk menekan kebutuhan DRAM. Bagi perakit PC, penting mempertimbangkan alternatif dan opsi upgrade modular. Secara keseluruhan, kolaborasi antara produsen RAM dan industri AI akan menentukan stabilitas harga memori di masa mendatang.